# Blueprint Alur Bisnis Sistem Inventory Sarang Burung Walet ## Ringkasan Dokumen ini merangkum alur bisnis untuk sistem inventory sarang burung walet dengan karakter operasional berikut: - proses dimulai dari pembelian - satu pembelian bisa terdiri dari beberapa jenis barang - setiap jenis bisa memiliki beberapa grade - barang yang diterima bisa langsung terklasifikasi atau masih perlu sortasi internal - stok disimpan berbasis lot atau batch - satu penjualan dapat mengambil barang secara parsial dari beberapa lot berbeda - seluruh pergerakan barang harus dapat ditelusuri untuk kebutuhan costing, traceability, audit, dan analisis penyusutan Sistem ini bukan inventory biasa. Sistem ini adalah lot-based traceable inventory system untuk perdagangan sarang burung walet. ## Tujuan Sistem Sistem dirancang untuk: - mencatat pembelian multi jenis dan multi grade - mengelola penerimaan barang dan pembentukan batch atau lot - mendukung sortasi, verifikasi ulang, dan regrade - menyimpan stok per lot sekaligus menampilkan ringkasan stok per jenis-grade - mendukung penjualan campuran dari beberapa lot - menghitung HPP berdasarkan lot yang benar-benar dipakai - mencatat susut, rusak, reject, dan adjustment per lot - menyediakan traceability penuh dari supplier ke customer dan sebaliknya - mendukung barcode atau QR untuk scan operasional ## Entitas Bisnis Utama Sistem memiliki entitas bisnis utama berikut: - Supplier - Customer - Jenis Sarang - Grade - Gudang dan Lokasi Gudang - Pembelian - Penerimaan - Lot Inventory - Sortasi atau Reclassification - Penjualan - Sales Allocation - Inventory Movement Ledger - Stock Adjustment - Return - Barcode atau QR Label ## Prinsip Dasar Desain Stok Sistem menggunakan tiga lapisan stok. ### 1. Stock Summary Ringkasan stok per: - jenis - grade - gudang Digunakan untuk dashboard dan operasional cepat. ### 2. Stock Lot Detail stok per batch atau lot: - kode lot - supplier - jenis - grade - qty awal - qty sisa - cost - tanggal masuk - parent lot jika hasil sortasi Digunakan untuk traceability dan costing. ### 3. Stock Movement Ledger Semua mutasi stok dicatat permanen: - receiving - sorting - regrade - transfer - sales allocation - shrinkage - adjustment - return Ledger ini menjadi sumber audit utama. ## Aktor Utama Aktor yang akan berinteraksi dengan sistem: ### Admin Purchasing - membuat pembelian - mengelola supplier - melihat histori harga beli ### Admin Gudang - menerima barang - membuat lot - mengelola stok dan mutasi - melakukan opname dan adjustment ### Tim Sortasi / QC - melakukan klasifikasi - memecah lot - menginput susut atau reject - melakukan regrade jika diperlukan ### Admin Sales - membuat sales order - mengalokasikan stok dari lot - memproses picking dan invoice ### Owner / Manajemen - memantau stok - memantau margin - melihat penyusutan - melihat traceability dan performa supplier ## Alur Bisnis End-to-End ### Tahap 1. Master Setup Sebelum transaksi berjalan, sistem harus memiliki data master: - supplier - customer - jenis sarang - grade - gudang - lokasi gudang - satuan - user dan role - reason code adjustment dan shrinkage - allocation policy - costing policy ### Tahap 2. Pembelian Admin membuat dokumen pembelian. Informasi pada header pembelian: - nomor pembelian - supplier - tanggal pembelian - referensi invoice supplier - status - catatan Pada detail pembelian, satu pembelian bisa memiliki banyak item: - jenis - grade, jika sudah diketahui - qty atau berat - harga beli - subtotal - status klasifikasi Kemungkinan kondisi pembelian: 1. item sudah jelas jenis dan gradenya 2. item masih campuran atau grade sementara ### Tahap 3. Penerimaan Barang Saat barang datang: - sistem memverifikasi pembelian - barang ditimbang - kualitas awal dicek - selisih dicatat - lot inventory dibuat Setiap lot yang tercipta menyimpan data: - kode lot - supplier asal - referensi pembelian - jenis - grade - qty diterima - qty tersedia - cost per unit - tanggal masuk - gudang dan lokasi - status lot - nilai barcode atau QR Jika satu pembelian terdiri dari banyak item, maka bisa terbentuk banyak lot. ### Tahap 4. Sortasi / Verifikasi / Reclassification Jika barang datang masih campur atau perlu dicek ulang, dilakukan sesi sortasi. Contoh: - lot masuk 50 kg - hasil sortasi: - Jenis A Grade A = 20 kg - Jenis A Grade B = 15 kg - Jenis B Grade A = 10 kg - Reject atau susut = 5 kg Hasil sortasi: - lot sumber dikurangi atau ditutup - child lot baru dibuat - susut dicatat - hubungan parent-child tersimpan Dengan desain ini, sistem tetap tahu bahwa lot hasil sortasi berasal dari lot mana. ### Tahap 5. Penyimpanan dan Mutasi Gudang Lot yang aktif disimpan di gudang atau lokasi tertentu. Aktivitas gudang yang didukung: - pindah lokasi rak - transfer antar gudang - hold atau release lot - stock opname - adjustment stok Semua aktivitas ini masuk ke movement ledger. ### Tahap 6. Penjualan Saat customer melakukan pembelian: - admin sales membuat sales order - item dipilih berdasarkan jenis dan grade - qty dimasukkan - sistem menampilkan stok yang tersedia Satu sales line tidak harus dipenuhi dari satu lot. Contoh: Customer membeli Jenis A Grade A sebanyak 30 kg. Alokasi bisa menjadi: - 20 kg dari lot Supplier A - 10 kg dari lot Supplier B Karena itu sistem membutuhkan allocation detail per lot. ### Tahap 7. Picking dan Pengeluaran Barang Setelah lot dialokasikan: - petugas scan QR atau barcode lot - qty yang benar-benar diambil dikonfirmasi - bila ada selisih timbang, selisih dicatat - stok lot berkurang sesuai qty realisasi ### Tahap 8. Retur Penjualan Jika barang dikembalikan customer: - retur direferensikan ke penjualan - jika memungkinkan, dikembalikan ke lot asal - jika tidak, dibuat lot retur terpisah - kondisi barang retur dicatat - barang retur dapat dijual lagi, diregrade, atau direject ### Tahap 9. Retur Pembelian Jika ada masalah dengan supplier: - barang diretur ke supplier - sistem mengurangi lot asal - nilai transaksi pembelian dapat dikoreksi ### Tahap 10. Shrinkage, Damage, Regrade, dan Adjustment Sistem harus mendukung kejadian berikut pada level lot: - susut timbang - kerusakan - kehilangan - reject - perubahan grade - koreksi hasil stock opname Semua perubahan ini harus masuk ke ledger agar histori tetap utuh. ### Tahap 11. Reporting dan Audit Sistem harus dapat menjawab pertanyaan berikut: - stok tersedia berapa per jenis-grade - lot mana saja yang aktif - lot tertentu berasal dari supplier siapa - penjualan tertentu mengambil lot mana saja - supplier tertentu telah menjual barangnya ke customer mana saja - berapa susut per lot dan per supplier - berapa margin per penjualan, per jenis, dan per grade ## Aturan Costing Prinsip costing yang direkomendasikan: - cost disimpan di level lot - sales line dihitung berdasarkan allocation nyata ke lot Contoh: - Lot A: 20 kg x 18 juta - Lot B: 10 kg x 19 juta Maka total cost penjualan adalah penjumlahan biaya dari semua allocation. ### Metode alokasi yang didukung - FIFO - FEFO jika dibutuhkan - Manual allocation - Hybrid, sistem memberi saran dan user bisa override Rekomendasi untuk MVP adalah Hybrid dengan default FIFO. ## Aturan Traceability Sistem wajib mendukung dua arah trace. ### Backward Trace Dari penjualan ke: - lot - receipt - purchase - supplier ### Forward Trace Dari supplier atau lot ke: - sales allocation - customer ### Process Trace Dari lot tertentu harus terlihat: - asal pembelian - hasil sortasi - perubahan grade - susut - perpindahan gudang - histori penjualan ## Aturan Barcode dan QR Rekomendasi implementasi: - SKU code untuk jenis-grade - lot code untuk identitas lot - QR code untuk scan operasional ### Contoh struktur kode SKU: - MANGKOK-A - MANGKOK-B - SUDUT-A Lot: - LOT-260428-SPA-001 - LOT-260428-SPB-002 - LOT-260428-SPA-001-S1 untuk hasil sortasi QR dapat menyimpan lot_code atau token unik. Aplikasi akan mengambil detail dari database saat discan. ### Proses scan yang didukung - receiving - sorting - transfer gudang - stock opname - sales picking - trace lookup ## Ringkasan Kebutuhan Menu Aplikasi Modul yang harus tersedia minimal: - Dashboard - Master Data - Purchasing - Receiving - Sorting / Classification - Inventory - Sales - Return - Reports - Barcode / QR - Settings ## Ringkasan Layar Utama Layar yang disarankan: - Dashboard - Purchase List - Purchase Form - Receipt Form - Sorting Session Form - Stock Summary - Stock Lot List - Lot Detail - Sales Form - Allocation Screen - Picking Screen - Adjustment Form - Regrade Form - Barcode Lookup - Reports ## Kesimpulan Sistem yang dibutuhkan adalah sistem inventory sarang burung walet berbasis lot atau batch dengan kemampuan: - pembelian multi jenis dan multi grade - sortasi dan reclassification - partial sales dari banyak lot - costing berdasarkan allocation nyata - penyusutan per lot - traceability dua arah - barcode atau QR untuk scan operasional Dengan fondasi ini, bisnis dapat mengontrol stok, menjaga audit trail, menghitung HPP secara akurat, dan memantau kualitas supplier serta profitabilitas penjualan.