Production readiness hardening and ops tooling

This commit is contained in:
2026-05-29 10:10:12 +07:00
parent e0b8f9af9a
commit 648e77cee9
68 changed files with 12222 additions and 848 deletions

View File

@ -288,3 +288,775 @@ Log keputusan arsitektur dan implementasi yang harus dijadikan acuan eksekusi.
- Callback paid yang datang setelah transaksi sudah `expired` tetap ditolak oleh state transition guard.
- Endpoint admin ini bisa menjadi dasar scheduler/background worker saat fase operasional berikutnya.
- Status: Active
## D-026 — Penundaan Broker MQTT Sungguhan
- Tanggal: 2026-05-28
- Keputusan:
- Integrasi broker MQTT sungguhan ditunda sampai infrastruktur broker, credential, network access, dan topic policy siap.
- Selama broker belum siap, Fase 2 tetap memakai HTTP simulator dan `mqtt_messages` sebagai outbox/trace untuk dynamic QR MQTT, config push, dan config ACK.
- Prioritas lanjutan sebelum broker siap adalah hardening UI ops, scheduler dynamic QR expiry, dan observability outbox.
- Alasan:
- Broker MQTT membutuhkan persiapan eksternal di luar kode aplikasi agar implementasi adapter tidak menebak-nebak detail koneksi dan policy topic.
- Simulator/outbox saat ini sudah cukup untuk menguji kontrak payload, idempotency, correlation ID, dan visibilitas admin.
- Dampak / implikasi:
- Tidak menambahkan dependency broker/client MQTT sungguhan sampai detail infrastruktur tersedia.
- Adapter broker nanti harus memakai `mqtt_messages` sebagai sumber trace/outbox awal, bukan mengganti kontrak Fase 2 yang sudah berjalan.
- Pekerjaan berikutnya dapat lanjut ke scheduler expiry dan peningkatan UI/filter ops tanpa blocking pada broker.
- Status: Active
## D-027 — Broker MQTT Awal Menggunakan Mosquitto
- Tanggal: 2026-05-28
- Keputusan:
- Broker MQTT sungguhan pertama akan memakai Mosquitto karena ringan, sederhana dioperasikan, dan cukup untuk kebutuhan MVP/early production.
- Migrasi ke EMQX atau managed MQTT tetap dibuka jika skala, high availability, dashboard broker, rule engine, atau auth/authorization kompleks mulai dibutuhkan.
- Kontrak topic, credential model, dan adapter backend harus dibuat broker-agnostic agar migrasi tidak mengubah flow device.
- Alasan:
- Kebutuhan saat ini masih single broker dengan TLS, username/password, ACL per device, dan publish/subscribe dasar.
- Mosquitto memberi jalur deploy paling cepat sambil menjaga biaya dan kompleksitas operasional rendah.
- Target skala besar seperti 100.000 device masih memungkinkan dievaluasi lewat benchmark bertahap sebelum memutuskan migrasi.
- Dampak / implikasi:
- Hindari penggunaan fitur broker-spesifik yang sulit dipindahkan.
- Device topic tetap mengikuti kontrak `devices/{deviceId}/...`.
- Credential device tetap dikelola sebagai bagian dari domain platform agar tidak terkunci pada format internal broker tertentu.
- Benchmark kapasitas wajib dilakukan sebelum milestone skala besar, misalnya 20k, 50k, dan 100k connected device.
- Status: Active
## D-028 — Finance Light dan Credential Device Operasional
- Tanggal: 2026-05-28
- Keputusan:
- Ledger Fase 1 dinaikkan dari placeholder gross-only menjadi finance light: `gross_income`, `platform_fee`, dan `merchant_payable`.
- Platform fee awal memakai konfigurasi `FINANCE_PLATFORM_FEE_BPS` agar mudah diubah tanpa migrasi schema.
- Credential MQTT device dikelola di domain device melalui status credential, username MQTT, timestamp issue/rotate/revoke, dan fingerprint secret.
- Password credential hanya dikembalikan satu kali oleh endpoint rotate dan tidak disimpan sebagai plaintext.
- Username MQTT device harus sama dengan `device_id` karena ACL Mosquitto memakai pattern `devices/%u/...`.
- Alasan:
- Admin settlement dan reconciliation butuh angka net payable awal sebelum modul settlement penuh.
- Credential device perlu siap sebelum ACL/per-device broker MQTT dibuat agar provisioning tidak bergantung pada catatan manual.
- Dampak / implikasi:
- Callback paid membuat ledger idempotent per `transaction_id + entry_type`.
- Model fee saat ini masih global/default; fee profile merchant tetap bisa ditambahkan kemudian tanpa mengubah kontrak ledger entry.
- Endpoint `POST /admin/devices/{deviceId}/credentials/rotate` menjadi jalur provisioning credential MQTT awal.
- Script `npm run mqtt:provision-device` menjadi jalur ringan untuk rotate credential dan menghasilkan command `mosquitto_passwd`.
- UI device technical detail menyediakan rotate credential dan modal one-time secret untuk operator.
- ACL Mosquitto per device masih perlu disinkronkan dari credential platform saat tahap broker provisioning berikutnya.
- Status: Active
## D-029 — Device Auth Per-Credential dengan Fallback Dev Token
- Tanggal: 2026-05-28
- Keputusan:
- Endpoint `/device/*` menerima autentikasi per-device melalui header `X-Device-Id` dan `X-Device-Secret`.
- Secret device diverifikasi memakai fingerprint credential yang tersimpan di database; plaintext secret tidak disimpan.
- Credential device hanya boleh mengakses resource untuk `device_id` yang sama dengan `X-Device-Id`.
- `Authorization: Bearer DEVICE_TOKEN` tetap diterima sebagai fallback/dev compatibility selama transisi.
- Alasan:
- Credential MQTT yang sudah diprovision perlu menjadi identitas device yang sama untuk API platform.
- Token global device terlalu luas untuk production karena satu token bocor bisa mengakses semua device.
- Fallback dev token menjaga smoke test, simulator, dan tooling lama tetap berjalan saat migrasi bertahap.
- Dampak / implikasi:
- Device production sebaiknya mulai mengirim `X-Device-Id` dan `X-Device-Secret`.
- API menolak credential valid yang mencoba mengirim payload untuk device lain dengan `403 FORBIDDEN`.
- Production dapat set `DEVICE_AUTH_ALLOW_LEGACY_TOKEN=false` untuk mematikan fallback `DEVICE_TOKEN`.
- Status: Active
## D-030 — Settlement Batch Light dari Merchant Payable
- Tanggal: 2026-05-28
- Keputusan:
- Settlement awal dibuat sebagai batch dari ledger entry `merchant_payable` yang belum pernah masuk batch.
- Batch dikelompokkan per merchant dan menyimpan `gross_amount`, `platform_fee_amount`, `net_payable_amount`, `entry_count`, `cutoff_at`, dan status.
- Status awal batch adalah `created`; admin dapat menandai batch menjadi `paid`.
- Settlement light tidak memindahkan dana dan tidak mengelola rekening escrow; batch adalah rekonsiliasi/payable visibility.
- Alasan:
- Finance light sudah menghasilkan merchant payable, sehingga admin membutuhkan unit batch untuk proses settlement manual/merchant-direct.
- Model ini tetap cocok dengan keputusan payout merchant-direct, karena batch adalah daftar kewajiban bayar, bukan instruksi transfer otomatis.
- Dampak / implikasi:
- Ledger entry hanya boleh masuk satu batch lewat unique key `settlement_batch_entries.ledger_entry_id`.
- Batch berikutnya hanya mengambil payable yang belum dibatch.
- Endpoint baru: `POST /admin/settlement-batches`, `GET /admin/settlement-batches`, `GET /admin/settlement-batches/{batchId}`, `GET /admin/settlement-batches/{batchId}/export.csv`, dan `POST /admin/settlement-batches/{batchId}/mark-paid`.
- UI settlement batch management membaca batch real, menampilkan KPI, membuka detail drawer, generate batch, mark paid, dan download CSV payout report.
- Tahap berikutnya bisa menambahkan format bank-specific payout file jika dibutuhkan.
- Status: Active
## D-031 — Dashboard Settlement / Finance Summary
- Tanggal: 2026-05-28
- Keputusan:
- Admin dashboard overview menampilkan ringkasan settlement dan finance dari data batch real.
- Summary backend `/admin/dashboard/summary` memuat pending payout, paid payout, total platform fee, jumlah batch open/paid/total.
- Dashboard menampilkan panel "Settlement Finance" dengan batch terbaru dan tombol download CSV payout report per batch.
- Alasan:
- Setelah settlement batch light aktif, operator perlu melihat exposure payable dan fee tanpa harus masuk dulu ke halaman settlement detail.
- Summary di dashboard membantu sanity check finance harian sebelum payout manual/merchant-direct dijalankan.
- Dampak / implikasi:
- Angka dashboard saat ini bersumber dari maksimal 500 batch terbaru, cukup untuk fase awal dan smoke/manual ops ringan.
- Untuk volume besar, summary finance perlu dipindah ke query agregasi khusus atau materialized summary agar tidak bergantung pada limit list batch.
- Status: Active
## D-032 — Settlement Mark Paid Membutuhkan Bukti Payout
- Tanggal: 2026-05-28
- Keputusan:
- UI settlement tidak lagi menutup batch dengan satu klik langsung; operator harus mengisi `paid_at`, reference payout, dan note rekonsiliasi.
- Endpoint `POST /admin/settlement-batches/{batchId}/mark-paid` menerima `paid_reference` dan `paid_note`, lalu menyimpannya di `metadata_json`.
- Audit log tetap menyimpan before/after batch agar perubahan status dan bukti payout dapat ditelusuri.
- Alasan:
- Mark paid adalah aksi finansial operasional, sehingga perlu bukti transfer/reference sebelum status batch ditutup.
- Menyimpan bukti di metadata menjaga schema tetap ringan pada fase awal sambil mempertahankan traceability.
- Dampak / implikasi:
- UI mewajibkan reference payout, tetapi API masih kompatibel dengan payload lama untuk tooling internal.
- Jika workflow payout makin formal, field bukti payout dapat dipromosikan menjadi kolom dedicated atau tabel payout events.
- Status: Active
## D-033 — Dashboard Finance Summary Menggunakan Agregasi DB
- Tanggal: 2026-05-28
- Keputusan:
- Summary settlement/finance untuk admin dashboard dihitung lewat query agregasi langsung ke `settlement_batches`.
- Endpoint `/admin/dashboard/summary` tidak lagi menghitung total finance dari list batch yang dibatasi pagination.
- Alasan:
- Angka payable, paid payout, fee, dan jumlah batch harus mewakili seluruh data, bukan hanya batch terbaru.
- Jalur agregasi khusus lebih siap untuk volume data yang bertambah tanpa mengubah kontrak UI dashboard.
- Dampak / implikasi:
- UI dashboard tetap memakai kontrak field yang sama.
- Jika volume settlement makin besar, agregasi ini bisa ditingkatkan menjadi materialized summary tanpa mengubah respons API.
- Status: Active
## D-034 — Merchant Portal Settlement View
- Tanggal: 2026-05-28
- Keputusan:
- Merchant portal memiliki endpoint settlement merchant-scoped untuk profile, summary payout, daftar batch, detail batch, dan export CSV.
- Merchant login fase awal memakai token dev `MERCHANT_TOKEN` dan password portal sederhana `MERCHANT_PORTAL_PASSWORD`.
- UI `merchant-settlement-history` membaca data settlement real sesuai merchant yang login.
- Alasan:
- Settlement tidak hanya perlu visible untuk admin; merchant juga perlu transparansi pending payout, paid payout, detail batch, dan report.
- Merchant-scoped endpoint mencegah UI merchant memakai API admin atau melihat batch merchant lain.
- Dampak / implikasi:
- Auth merchant saat ini masih ringan untuk fase development; production perlu diganti ke user/session auth merchant yang sebenarnya.
- Kontrak endpoint sudah dipisah dari admin sehingga hardening auth bisa dilakukan tanpa mengubah UI settlement merchant secara besar.
- Status: Active
## D-035 — Payout Event History
- Tanggal: 2026-05-28
- Keputusan:
- Settlement batch memiliki event history formal di tabel `settlement_batch_events`.
- Event awal yang dicatat: `created`, `csv_exported`, dan `marked_paid`.
- Admin dan merchant detail settlement membaca event history yang sama.
- Alasan:
- Metadata dan audit log cukup untuk jejak internal, tetapi operator dan merchant membutuhkan timeline payout yang mudah dibaca.
- Event history menjadi fondasi untuk workflow berikutnya seperti failed/cancelled payout, reference update, dan dispute.
- Dampak / implikasi:
- Export CSV dari admin maupun merchant menambah event `csv_exported`.
- Event history tidak menggantikan audit log; audit log tetap dipakai untuk compliance internal admin.
- Status: Active
## D-036 — Settlement Failed dan Cancel Workflow
- Tanggal: 2026-05-28
- Keputusan:
- Batch settlement berstatus `created` dapat ditandai `failed` atau `cancelled` oleh admin dengan reason wajib.
- Endpoint baru: `POST /admin/settlement-batches/{batchId}/mark-failed` dan `POST /admin/settlement-batches/{batchId}/cancel`.
- Reason disimpan ke `failure_reason`, detail resolusi disimpan ke `metadata_json`, dan event `failed`/`cancelled` dicatat di payout event history.
- Alasan:
- Workflow payout operasional perlu menangani transfer gagal dan batch yang dibatalkan sebelum dibayar.
- Reason wajib menjaga keputusan finansial tetap dapat ditelusuri oleh operator dan merchant.
- Dampak / implikasi:
- Batch failed/cancelled menjadi final state, tetapi dapat direprocess lewat aturan D-037.
- Status: Active
## D-037 — Reprocess Settlement Failed/Cancelled
- Tanggal: 2026-05-28
- Keputusan:
- Batch settlement berstatus `failed` atau `cancelled` dapat direprocess menjadi batch baru berstatus `created`.
- Reprocess memindahkan `settlement_batch_entries` dari batch lama ke batch baru, karena ledger entry hanya boleh aktif pada satu batch.
- Batch lama tetap menjadi arsip final dan menyimpan `reprocessed_to_batch_id` di `metadata_json`.
- Endpoint baru: `POST /admin/settlement-batches/{batchId}/reprocess`.
- Alasan:
- Payable dari payout gagal/cancel perlu dapat diproses ulang tanpa membuat ledger entry duplikat.
- Memindahkan entry menjaga constraint unik `settlement_batch_entries.ledger_entry_id` sekaligus membuat batch baru siap mengikuti workflow normal.
- Dampak / implikasi:
- Detail report batch lama setelah reprocess tidak lagi menampilkan entry karena entry dipindah ke batch baru; angka aggregate batch lama tetap tersimpan sebagai arsip.
- Reprocess hanya boleh satu kali per batch lama untuk menghindari batch duplikat.
- Event history mencatat `reprocessed` pada batch lama dan `created` pada batch baru.
- Status: Active
## D-038 — Settlement Reconciliation Mismatch Report
- Tanggal: 2026-05-28
- Keputusan:
- Admin memiliki report reconciliation untuk membandingkan aggregate settlement batch dengan ledger dan transaksi aktual.
- Endpoint baru: `GET /admin/reconciliation/settlement-batches`.
- UI `admin-reconciliation-management` membaca data real dari endpoint tersebut untuk KPI matched, discrepancy, issue count, raw payload, dan tabel batch.
- Batch arsip yang sudah direprocess tidak dihitung sebagai mismatch palsu karena entry settlement-nya memang dipindah ke batch baru.
- Alasan:
- Operator finance butuh cara cepat melihat batch yang angka gross, fee, net payable, entry count, atau status transaksinya tidak sinkron.
- Report ini menjadi sanity layer sebelum workflow koreksi payout/reference yang lebih detail.
- Dampak / implikasi:
- Report masih internal-system reconciliation, belum mencocokkan bank statement eksternal.
- Smoke test memverifikasi endpoint report mengembalikan aggregate dan rows.
- Status: Active
## D-039 — Settlement Payout Reference Update
- Tanggal: 2026-05-28
- Keputusan:
- Admin dapat memperbarui `paid_reference` dan `paid_note` untuk settlement batch yang sudah berstatus `paid`.
- Endpoint baru: `PATCH /admin/settlement-batches/{batchId}/reference`.
- Update reference menyimpan nilai terbaru di `metadata_json`, mencatat event `reference_updated`, dan membuat audit log before/after.
- UI settlement batch management menampilkan form update reference hanya untuk batch `paid`.
- Alasan:
- Bukti payout manual bisa salah input atau perlu dilengkapi setelah rekonsiliasi.
- Perubahan bukti payout harus traceable tanpa membuka ulang status finansial batch.
- Dampak / implikasi:
- Reference update tidak mengubah status, nominal, entry, atau paid_at batch.
- Batch yang belum paid, failed, atau cancelled tidak dapat mengubah payout reference lewat endpoint ini.
- Status: Active
## D-040 — Bank Generic Payout Export
- Tanggal: 2026-05-28
- Keputusan:
- Endpoint export settlement mendukung format tambahan `bank_generic` lewat query `?format=bank_generic`.
- Format default `standard` tetap menjadi payout report detail per transaksi agar kompatibel dengan UI dan tooling yang sudah ada.
- Format `bank_generic` menghasilkan satu baris payout per batch berisi beneficiary account, account type, beneficiary name, amount, currency, remark, batch code, dan transaction count.
- Admin dan merchant export memakai pilihan format yang sama; UI admin settlement menyediakan pilihan General CSV atau Bank Upload.
- Alasan:
- Operasional finance membutuhkan file yang lebih dekat ke pola upload bank/payment rail, bukan hanya report detail transaksi.
- Format generik memberi baseline sebelum membuat template bank spesifik seperti BCA, Mandiri, BRI, atau payment gateway tertentu.
- Dampak / implikasi:
- `settlement_account_reference` dan `settlement_account_type` merchant menjadi sumber destination account pada file bank generic.
- Event `csv_exported` menyimpan format dan filename untuk jejak audit.
- Format bank spesifik berikutnya dapat ditambahkan sebagai nilai `format` baru tanpa mengubah endpoint.
- Status: Active
## D-041 — Settlement Dispute/Adjustment Record
- Tanggal: 2026-05-28
- Keputusan:
- Admin dapat mencatat adjustment/dispute ringan pada settlement batch lewat endpoint `POST /admin/settlement-batches/{batchId}/adjustments`.
- Adjustment disimpan di `metadata_json.adjustments` dengan tipe `credit` atau `debit`, nominal absolut, signed amount, reason, note, actor, dan timestamp.
- Total signed adjustment disimpan di `metadata_json.total_adjustment_amount`.
- Setiap adjustment mencatat event `adjustment_recorded` dan audit log before/after.
- UI settlement batch management menyediakan form Record Adjustment dan menampilkan total adjustment.
- Alasan:
- Setelah reconciliation, operator perlu mencatat koreksi/selisih payout tanpa langsung mengubah ledger historis.
- Event dan metadata cukup untuk fase awal dispute tracking sebelum dibuat ledger adjustment formal.
- Dampak / implikasi:
- Adjustment tidak mengubah `gross_amount`, `platform_fee_amount`, `net_payable_amount`, status batch, atau ledger entries.
- Batch arsip yang sudah direprocess tidak dapat menerima adjustment baru agar arsip tetap final.
- Tahap berikutnya dapat mempromosikan adjustment menjadi tabel/ledger entry khusus jika proses finance membutuhkannya.
- Status: Active
## D-042 — Settlement Adjustment Summary di Finance Dashboard
- Tanggal: 2026-05-28
- Keputusan:
- Summary finance settlement menghitung `adjustment_amount` dari `metadata_json.total_adjustment_amount` setiap batch.
- Endpoint `/admin/dashboard/summary` menambahkan `settlement_adjustment_amount` dan `settlement_adjusted_paid_amount`.
- UI admin dashboard menampilkan paid payout sebagai adjusted paid amount dan menampilkan adjustment sebagai angka terpisah.
- UI settlement batch management menampilkan total adjustment pada KPI finance.
- Alasan:
- Setelah adjustment/dispute dicatat, operator perlu melihat dampaknya di ringkasan finance tanpa membuka batch satu per satu.
- Paid payout asli tetap dibutuhkan sebagai angka batch historis, sementara adjusted paid memberi pandangan operasional setelah koreksi.
- Dampak / implikasi:
- Adjustment summary masih berbasis metadata, belum menjadi ledger formal.
- `settlement_paid_amount` tetap nominal paid batch asli; `settlement_adjusted_paid_amount` adalah paid amount ditambah signed adjustment.
- Status: Active
## D-043 — Merchant Settlement Adjustment Visibility
- Tanggal: 2026-05-28
- Keputusan:
- Merchant settlement summary memakai `adjusted_paid_amount` untuk total settled yang ditampilkan di portal merchant.
- Portal merchant menampilkan `adjustment_amount` sebagai angka terpisah agar koreksi payout tetap transparan.
- Drawer settlement merchant menampilkan adjustment/refund dan total disbursed setelah adjustment.
- Alasan:
- Merchant perlu melihat dampak koreksi payout yang sama dengan admin finance, bukan hanya nominal batch asli.
- Menampilkan adjustment terpisah menjaga transparansi tanpa mencampurkan koreksi dengan gross/net historis.
- Dampak / implikasi:
- Backend merchant sudah memakai summary yang sama dari `getSettlementFinanceSummary`.
- Smoke test memverifikasi `adjustment_amount` dan `adjusted_paid_amount` tersedia untuk merchant.
- Status: Active
## D-044 — Settlement Adjustment Formal Table
- Tanggal: 2026-05-28
- Keputusan:
- Adjustment settlement dipromosikan dari metadata-only menjadi tabel formal `settlement_batch_adjustments`.
- Endpoint `POST /admin/settlement-batches/{batchId}/adjustments` menulis row adjustment formal, lalu mensinkronkan ringkasan kompatibilitas ke `settlement_batches.metadata_json`.
- Detail batch admin dan merchant mengembalikan array `adjustments`.
- Summary finance menghitung adjustment dari tabel formal, bukan dari metadata.
- Alasan:
- Adjustment/dispute adalah data finance auditable dan perlu dapat di-query tanpa parsing metadata batch.
- Metadata tetap dipertahankan sebagai ringkasan agar UI dan payload lama tidak langsung patah.
- Dampak / implikasi:
- `metadata_json.adjustments` bukan sumber utama lagi; sumber utama adalah `settlement_batch_adjustments`.
- UI admin dan merchant membaca adjustment formal dari detail response saat tersedia, dengan fallback metadata.
- Jika ada data metadata-only lama di environment yang sudah berjalan, perlu migrasi backfill sebelum summary formal dianggap lengkap.
- Status: Active
## D-045 — Backfill Adjustment Metadata ke Tabel Formal
- Tanggal: 2026-05-28
- Keputusan:
- Migrasi schema melakukan backfill idempotent dari `settlement_batches.metadata_json.adjustments` ke `settlement_batch_adjustments`.
- Backfill memakai ID adjustment lama jika tersedia; jika tidak tersedia, ID dibuat deterministik dari batch dan urutan array.
- Insert backfill memakai `ON CONFLICT (id) DO NOTHING` supaya aman dijalankan berulang.
- Setelah backfill, `metadata_json.total_adjustment_amount` disinkronkan ulang dari tabel formal.
- Alasan:
- Ada kemungkinan environment yang sudah berjalan memiliki adjustment metadata-only dari D-041 sebelum tabel formal D-044.
- Summary finance sekarang menghitung dari tabel formal, sehingga data lama perlu ikut masuk agar laporan tidak turun nilainya.
- Dampak / implikasi:
- Backfill menjaga kompatibilitas metadata, tetapi sumber utama tetap `settlement_batch_adjustments`.
- Metadata lama yang tidak memiliki reason akan diberi reason default `Backfilled settlement adjustment`.
- Status: Active
## D-046 — Settlement Adjustment Report
- Tanggal: 2026-05-28
- Keputusan:
- Admin memiliki endpoint `GET /admin/settlement-adjustments` untuk membaca adjustment settlement lintas batch.
- Report mendukung filter `merchant_id`, `adjustment_type`, `from`, `to`, dan `limit`.
- Payload report menyertakan total count, total credit, total debit, net signed adjustment, serta row dengan konteks batch.
- UI `admin-reconciliation-management` menampilkan recent adjustment activity dari report formal.
- Alasan:
- Setelah adjustment menjadi tabel formal, finance perlu audit trail lintas batch tanpa membuka detail batch satu per satu.
- Reconciliation dashboard adalah tempat natural untuk melihat koreksi payout terbaru.
- Dampak / implikasi:
- Summary report dihitung dari semua row yang sesuai filter, sedangkan daftar row tetap dibatasi limit untuk UI.
- Report ini belum berupa export CSV khusus; export bisa ditambahkan jika finance membutuhkan lampiran audit.
- Status: Active
## D-047 — Settlement Adjustment CSV Export
- Tanggal: 2026-05-28
- Keputusan:
- Admin memiliki endpoint `GET /admin/settlement-adjustments/export.csv`.
- Export CSV memakai filter yang sama dengan report JSON: `merchant_id`, `adjustment_type`, `from`, `to`, dan `limit`.
- CSV menyertakan blok summary, lalu daftar adjustment dengan konteks batch, actor, reason, note, dan nominal signed.
- UI `admin-reconciliation-management` menyediakan tombol download CSV pada panel Recent Adjustment Activity.
- Alasan:
- Finance perlu lampiran audit adjustment lintas batch yang bisa disimpan atau dikirim di luar dashboard.
- CSV lebih cepat dipakai untuk proses operasional awal dibanding PDF/reporting engine.
- Dampak / implikasi:
- Export dibatasi maksimal 500 row mengikuti batas report saat ini.
- Jika volume adjustment besar, perlu pagination export atau async report job.
- Status: Active
## D-048 — Settlement Adjustment Report Filter UI
- Tanggal: 2026-05-28
- Keputusan:
- UI `admin-reconciliation-management` menambahkan filter adjustment berdasarkan merchant ID, tipe `credit/debit`, tanggal awal, dan tanggal akhir.
- Filter yang aktif dipakai untuk recent adjustment activity dan download CSV.
- Tombol Clear mengembalikan report ke default terbaru.
- Alasan:
- Finance perlu menelusuri adjustment lintas batch berdasarkan merchant atau periode audit tertentu.
- Export CSV harus konsisten dengan data yang sedang dilihat operator di dashboard.
- Dampak / implikasi:
- Filter merchant masih berupa input ID agar tidak menambah dependency daftar merchant pada panel reconciliation.
- Jika kebutuhan operasional meningkat, filter merchant dapat dinaikkan menjadi searchable select.
- Status: Active
## D-049 — Searchable Merchant Filter untuk Adjustment Report
- Tanggal: 2026-05-28
- Keputusan:
- Filter merchant pada adjustment report di UI reconciliation memakai daftar merchant dari endpoint admin.
- Control memakai native datalist agar operator bisa mencari merchant tanpa dependency UI baru.
- Input dapat menerima ID merchant langsung atau nilai yang cocok dengan kode, brand, atau legal name merchant.
- Alasan:
- Operator finance tidak seharusnya perlu copy-paste merchant ID manual untuk audit adjustment.
- Native datalist cukup ringan untuk fase sekarang dan tetap kompatibel dengan filter API yang menerima `merchant_id`.
- Dampak / implikasi:
- Untuk ribuan merchant, datalist perlu diganti menjadi remote search/pagination.
- Query backend tetap memakai merchant ID sehingga kontrak API tidak berubah.
- Status: Active
## D-050 — Production Admin Session dan RBAC Baseline
- Tanggal: 2026-05-29
- Keputusan:
- Admin auth mendukung signed session token berbasis user/role selain legacy dev token.
- Role awal disiapkan: admin, finance, ops, support, viewer.
- Endpoint settlement sensitif dipagari permission granular seperti `settlement:pay`, `settlement:adjust`, `settlement:export`, dan `reconciliation:read`.
- Legacy admin token dan login dev tetap default aktif untuk smoke/local, tetapi bisa dimatikan lewat `ADMIN_AUTH_ALLOW_LEGACY_TOKEN=false` dan `ADMIN_DEV_LOGIN_ENABLED=false`.
- Alasan:
- Production tidak boleh bergantung pada satu token admin global.
- Finance/ops/support/viewer membutuhkan batas akses yang berbeda saat pilot makin dekat.
- Dampak / implikasi:
- Production wajib mengatur `ADMIN_SESSION_SECRET` kuat dan menonaktifkan login dev.
- Smoke lama tetap kompatibel selama mode dev masih aktif.
- Status: Active
## D-051 — MQTT Broker Observability dan Uplink Subscriber Opsional
- Tanggal: 2026-05-29
- Keputusan:
- MQTT publisher menyimpan status runtime: koneksi terakhir, disconnect terakhir, error terakhir, dan counter publish success/failure.
- Service subscriber broker opsional dapat diaktifkan dengan `MQTT_SUBSCRIBE_ENABLED=true` untuk merekam uplink topic `devices/+/uplink/#` ke `mqtt_messages`.
- Endpoint `/admin/mqtt/status` mengembalikan status publisher, subscriber, dan trace pesan terakhir.
- Alasan:
- Operator perlu melihat health broker dan jejak message tanpa masuk ke broker langsung.
- Subscriber dibuat opsional agar local smoke tetap stabil tanpa dependency broker.
- Dampak / implikasi:
- Uplink dari broker saat ini direkam untuk observability; pemrosesan business flow device tetap memakai endpoint device yang sudah ada.
- Untuk production broker, ACL Mosquitto tetap harus disiapkan sesuai panduan.
- Status: Active
## D-052 — Approval Workflow untuk Settlement Adjustment
- Tanggal: 2026-05-29
- Keputusan:
- `settlement_batch_adjustments` memiliki `approval_status` (`pending`, `approved`, `rejected`) dan audit field approval/rejection.
- Summary finance, metadata total adjustment, dan UI detail hanya menghitung adjustment `approved`.
- Production dapat mewajibkan approval dengan `SETTLEMENT_ADJUSTMENT_REQUIRE_APPROVAL=true`.
- Endpoint admin ditambahkan untuk approve/reject adjustment pending.
- Alasan:
- Adjustment payout adalah kontrol finance dan tidak boleh selalu final saat dicatat.
- Local smoke perlu tetap kompatibel, sehingga default dev masih auto-approved.
- Dampak / implikasi:
- Merchant hanya melihat nominal adjustment final/approved dalam summary dan detail.
- Finance dapat memfilter report adjustment berdasarkan `approval_status`.
- Status: Active
## D-053 — Deployment Readiness Preflight
- Tanggal: 2026-05-29
- Keputusan:
- Ditambahkan `npm run deploy:check-env` untuk memvalidasi env production kritikal.
- Checklist production dituangkan di `DEPLOYMENT_READINESS.md`.
- Alasan:
- Banyak flag dev yang sengaja aktif untuk smoke/local dan harus eksplisit dimatikan sebelum production.
- Dampak / implikasi:
- Deploy candidate harus menjalankan typecheck, smoke e2e, dan env preflight.
- Preflight sengaja gagal jika secret/default dev masih dipakai.
- Status: Active
## D-054 — Admin User Bootstrap Script dan Finance Approval UI
- Tanggal: 2026-05-29
- Keputusan:
- Ditambahkan script `npm run admin:create-user` untuk create/update user admin production dengan hash `scrypt`.
- Script mendukung role `admin`, `finance`, `ops`, `support`, `viewer`, status inactive, dan password rotation eksplisit.
- UI reconciliation menambahkan filter `approval_status` serta tombol approve/reject untuk adjustment pending.
- Alasan:
- RBAC production perlu cara operasional membuat user nyata tanpa edit database manual.
- Approval workflow adjustment harus bisa dipakai finance dari UI, bukan hanya lewat API.
- Dampak / implikasi:
- Production bootstrap admin user bisa dilakukan sebelum `ADMIN_DEV_LOGIN_ENABLED=false`.
- Finance dapat memproses pending adjustment dari panel Recent Adjustment Activity.
- Status: Active
## D-055 — Merchant Session Auth dan Merchant User Bootstrap
- Tanggal: 2026-05-29
- Keputusan:
- Merchant portal mendukung signed session token scoped ke `merchant_id`.
- Ditambahkan tabel `merchant_users` untuk login production berbasis email/password hash `scrypt`.
- Ditambahkan script `npm run merchant:create-user` untuk create/update merchant portal user.
- Login dev lama berbasis `MERCHANT_TOKEN` dan `MERCHANT_PORTAL_PASSWORD` tetap default aktif untuk local smoke, tetapi bisa dimatikan via `MERCHANT_AUTH_ALLOW_LEGACY_TOKEN=false` dan `MERCHANT_DEV_LOGIN_ENABLED=false`.
- Alasan:
- Merchant portal tidak boleh bergantung pada satu password/token global saat production.
- Setiap merchant membutuhkan user yang jelas dan token yang tidak bisa dipakai lintas merchant.
- Dampak / implikasi:
- Production wajib membuat merchant users sebelum mematikan dev login.
- UI merchant tetap kompatibel dengan response profile lama dan baru.
- Status: Active
## D-056 — Versioned Migration Runner
- Tanggal: 2026-05-29
- Keputusan:
- Ditambahkan command `npm run db:migrate`.
- Migration runner memakai tabel `schema_migrations` dan advisory lock Postgres untuk mencegah dua proses migrasi bersamaan.
- Migration file dibaca dari folder `migrations/` dengan format urut `NNN_description.sql` atau `NNN_description.mts`.
- Migration awal `001_current_schema_bootstrap.mts` menjalankan schema bootstrap existing sebagai baseline.
- Alasan:
- Schema sudah besar dan production deploy membutuhkan riwayat migration yang eksplisit.
- Baseline menjaga kompatibilitas dengan schema bootstrap yang sudah ada tanpa menggandakan SQL besar.
- Dampak / implikasi:
- Deploy candidate harus menjalankan `npm run db:migrate` sebelum start service.
- Migration berikutnya sebaiknya dibuat sebagai file terpisah, bukan menambah perubahan besar langsung ke bootstrap.
- Status: Active
## D-057 — Production Structured Logging dan Observability Summary
- Tanggal: 2026-05-29
- Keputusan:
- Request logging memakai middleware internal dengan structured fields: `request_id`, `trace_id`, method, path, status, latency, user-agent, dan IP.
- `LOG_FORMAT=json` tersedia untuk production stdout/stderr log collector; default local tetap readable.
- Error middleware menulis structured API/unhandled error log.
- Health endpoint ditambah: `GET /health/deep` dan `GET /admin/health/deep`.
- Admin endpoint `GET /admin/observability/summary` merangkum DB, MQTT, notification failure/pending, dan settlement reconciliation mismatch.
- Alasan:
- Pilot production membutuhkan log yang bisa dicari berdasarkan request/trace dan indikator operasional cepat.
- Mengurangi dependency pada log format dev dan console manual.
- Dampak / implikasi:
- `morgan` dihapus karena digantikan request logging internal.
- Production sebaiknya set `LOG_FORMAT=json` dan mengirim stdout/stderr ke log collector.
- Status: Active
## D-058 — Initial Load Test Harness
- Tanggal: 2026-05-29
- Keputusan:
- Ditambahkan script `npm run load:test`.
- Harness menguji transaction create, QRIS paid callback, device heartbeat, dynamic QR API, dan observability summary dengan concurrency configurable.
- Output berupa JSON summary berisi total success/error, durasi total, throughput perkiraan, serta p50/p95/max per label.
- Data merchant/transaksi load test dibersihkan setelah run.
- Alasan:
- Setelah structured logging dan observability tersedia, perlu baseline performa awal sebelum pilot.
- Script ringan cukup untuk menemukan bottleneck awal tanpa memasang load testing framework eksternal.
- Dampak / implikasi:
- Angka baseline lokal pertama: 190 request, 0 error, durasi 1202.49 ms, throughput perkiraan 158.01 req/s.
- p95 lokal: transaction create 119.54 ms, callback paid 119.30 ms, heartbeat 45.93 ms, dynamic QR 41.75 ms, observability summary 69.63 ms.
- Angka ini bukan kapasitas production final; perlu run ulang di environment target dan dengan data lebih besar.
- Status: Active
## D-059 — Admin UI RBAC Awareness
- Tanggal: 2026-05-29
- Keputusan:
- Admin UI shared helper menyimpan profile admin, membaca `GET /admin/me`, dan menyediakan helper permission untuk elemen `data-admin-permission`.
- Settlement batch UI dan reconciliation UI menyembunyikan/disable aksi finance sesuai permission seperti `settlement:write`, `settlement:pay`, `settlement:adjust`, dan `settlement:export`.
- Alasan:
- RBAC backend sudah aktif, tetapi UI perlu memberi sinyal operasional yang jelas sebelum user menekan aksi yang akan ditolak API.
- Dampak / implikasi:
- UI menjadi role-aware tanpa mengganti enforcement backend.
- API tetap menjadi sumber otorisasi final.
- Status: Active
## D-060 — Async Settlement Adjustment Export Jobs
- Tanggal: 2026-05-29
- Keputusan:
- Ditambahkan tabel `export_jobs`, migration `002_export_jobs.sql`, dan store `exportJobStore`.
- Ditambahkan endpoint `POST /admin/exports/settlement-adjustments`, `GET /admin/exports/:jobId`, dan `GET /admin/exports/:jobId/download`.
- Job export saat ini dieksekusi segera di request lifecycle sebagai skeleton async, tetapi contract status/result/download sudah siap dipisah ke worker.
- Alasan:
- Export report adjustment bisa membesar dan perlu contract job sebelum dipindah ke background worker production.
- Dampak / implikasi:
- UI/API consumer bisa mulai memakai pola job polling.
- Tahap berikutnya adalah worker queue dan storage object jika volume export besar.
- Status: Active
## D-061 — Load Test Level 2 dan Audit Cleanup
- Tanggal: 2026-05-29
- Keputusan:
- Load test lokal level 2 dijalankan dengan 300 callback, 600 heartbeat, 300 dynamic QR, 100 observability read, concurrency 25.
- Dependency `uuid` dihapus karena tidak dipakai source dan menjadi sumber audit moderate.
- `npm audit` sekarang menghasilkan 0 vulnerability.
- Alasan:
- Pilot membutuhkan baseline lebih besar dari smoke awal dan dependency audit bersih.
- Dampak / implikasi:
- Hasil lokal level 2: 1610 request, 0 error, durasi 4955.45 ms, throughput perkiraan 324.9 req/s.
- p95 lokal: transaction create 183.56 ms, callback paid 129.03 ms, heartbeat 90.4 ms, dynamic QR 71.57 ms, observability summary 230.96 ms.
- Angka ini tetap baseline lokal, bukan kapasitas production final.
- Status: Active
## D-062 — Real MQTT Broker Smoke Validation
- Tanggal: 2026-05-29
- Keputusan:
- `npm run smoke:mqtt-real` dijalankan terhadap broker `mqtts://mqtt.iptek.co:8883`.
- Test memverifikasi broker connect, subscribe `devices/+/downlink/#`, payment success downlink, config push, dan dynamic QR response.
- Alasan:
- MQTT broker production-like harus divalidasi terpisah dari simulator sebelum pilot device real.
- Dampak / implikasi:
- Smoke broker real terakhir lulus dengan 3 message diterima dan cleanup data smoke berhasil.
- Smoke e2e utama tetap memakai simulator agar CI/local tidak bergantung broker eksternal.
- Status: Active
## D-063 — Merchant Portal Session Polish
- Tanggal: 2026-05-29
- Keputusan:
- Merchant API helper menyimpan user session dan auth mode.
- Merchant settlement UI menampilkan nama/session role user serta menyediakan tombol logout yang membersihkan session lokal.
- Alasan:
- Setelah merchant session auth production tersedia, portal perlu feedback login yang lebih jelas dan alur keluar yang eksplisit.
- Dampak / implikasi:
- Merchant operator bisa melihat identitas session aktif dan logout tanpa menghapus storage manual.
- Status: Active
## D-064 — Export Job Worker Productionization
- Tanggal: 2026-05-29
- Keputusan:
- Export adjustment settlement diproses oleh worker internal `exportJobWorker`, bukan lagi langsung di request lifecycle.
- Endpoint create job mengembalikan job `pending`; worker melakukan atomic claim ke status `running`, lalu menyelesaikan ke `completed` atau `failed`.
- Worker memiliki konfigurasi `EXPORT_WORKER_ENABLED`, `EXPORT_WORKER_INTERVAL_MS`, `EXPORT_WORKER_BATCH_SIZE`, `EXPORT_JOB_STALE_RUNNING_MS`, dan `EXPORT_SETTLEMENT_ADJUSTMENT_MAX_ROWS`.
- `/admin/observability/summary` menampilkan status worker dan count job per status.
- Alasan:
- Export besar tidak boleh menahan request admin dan perlu pola polling yang production-friendly.
- Stale running job perlu bisa di-reset setelah restart/crash worker.
- Dampak / implikasi:
- Client harus polling `GET /admin/exports/:jobId` sampai status `completed` sebelum download.
- Hasil export saat ini masih disimpan di DB `result_body`; tahap berikutnya adalah storage eksternal/object storage jika ukuran file membesar.
- Status: Active
## D-065 — Reconciliation UI Async Export Polling
- Tanggal: 2026-05-29
- Keputusan:
- UI `admin-reconciliation-management` mengganti download adjustment CSV sinkron menjadi alur async export job.
- Tombol export membuat job via `POST /admin/exports/settlement-adjustments`, menampilkan status job, polling `GET /admin/exports/:jobId`, lalu download dari endpoint job saat `completed`.
- Shared admin API helper menambahkan method create/get/download export job.
- Alasan:
- Finance user perlu UX yang selaras dengan worker export agar report besar tidak bergantung request CSV sinkron.
- Dampak / implikasi:
- Export lama `GET /admin/settlement-adjustments/export.csv` masih ada untuk kompatibilitas, tetapi UI reconciliation memakai job async.
- Tahap berikutnya adalah tampilan riwayat job export jika finance perlu mengambil ulang file lama.
- Status: Active
## D-066 — Export File Storage, Retention, dan Job History
- Tanggal: 2026-05-29
- Keputusan:
- Hasil export baru disimpan sebagai file di `EXPORT_STORAGE_DIR`, bukan `result_body` database.
- Metadata `result_storage_path`, `result_size_bytes`, dan `expires_at` ditambahkan melalui migration `003_export_job_storage.sql`.
- Worker membersihkan hasil export expired berdasarkan `EXPORT_RETENTION_DAYS`.
- Endpoint `GET /admin/exports` ditambahkan untuk history job, dan UI reconciliation menampilkan lima job export adjustment terbaru.
- Alasan:
- File CSV besar tidak ideal disimpan sebagai body di database.
- Finance membutuhkan visibility status/download ulang job export terbaru.
- Dampak / implikasi:
- Directory `EXPORT_STORAGE_DIR` harus writable dan masuk strategi backup/retention.
- Export lama yang masih punya `result_body` tetap bisa didownload sebagai fallback.
- Status: Active
## D-067 — MQTT ACL Hardening Helper
- Tanggal: 2026-05-29
- Keputusan:
- Ditambahkan script `npm run mqtt:check-acl` untuk print template dan validasi file ACL Mosquitto.
- Provisioning device sekarang menampilkan topic scope per device dan command validasi ACL.
- Alasan:
- Pilot hardware real butuh guard agar device hanya publish/subscribe topic miliknya sendiri.
- Dampak / implikasi:
- Production preflight harus menjalankan validasi ACL setelah perubahan file broker.
- Username MQTT device tetap harus sama dengan `device_id`.
- Status: Active
## D-068 — Backup/Restore Readiness Scripts
- Tanggal: 2026-05-29
- Keputusan:
- Ditambahkan `npm run backup:production` untuk dump Postgres dan opsional copy Mosquitto passwd/ACL.
- Ditambahkan `npm run restore:plan` yang default hanya mencetak command restore dan hanya execute jika diberi `--execute`.
- Alasan:
- Pilot production membutuhkan backup yang bisa dijalankan dan restore drill yang tidak mudah terpanggil destruktif tanpa sadar.
- Dampak / implikasi:
- Restore harus diuji pada database disposable sebelum pilot live.
- Backup directory dan file Mosquitto perlu masuk retention/secure storage operational.
- Status: Active
## D-069 — Staging Load Test Profile
- Tanggal: 2026-05-29
- Keputusan:
- Load test mendapat skenario async export adjustment via `LOAD_EXPORTS`.
- Ditambahkan script `npm run load:test:staging` dengan profile lebih besar: callback, heartbeat, dynamic QR, observability read, dan export job.
- Alasan:
- Baseline lokal belum mencakup worker export dan belum cukup mewakili staging/production-like environment.
- Dampak / implikasi:
- Jalankan profile ini terhadap staging dengan `BASE_URL` dan secret/token staging.
- Angka hasil staging harus dicatat terpisah dari baseline lokal.
- Status: Active
## D-070 — MQTT ACL Smoke Test untuk Pilot Device
- Tanggal: 2026-05-29
- Keputusan:
- Ditambahkan `npm run smoke:mqtt-acl` untuk validasi credential device terhadap ACL broker.
- Smoke memastikan device A bisa akses topic miliknya dan ditolak saat subscribe ke downlink device B.
- Alasan:
- File ACL yang benar secara template belum cukup; perlu validasi runtime sebelum device fisik pilot.
- Dampak / implikasi:
- Smoke membutuhkan dua username device test yang sudah ada di broker.
- Jalankan setelah provisioning credential device dan reload Mosquitto.
- Status: Active
## D-071 — Restore Drill Validation
- Tanggal: 2026-05-29
- Keputusan:
- Ditambahkan `npm run restore:validate`.
- Validator menjalankan migration idempotent, cek `/health`, `/admin/health/deep`, dan memastikan tabel kunci tersedia.
- Alasan:
- Restore drill harus berakhir dengan bukti service bisa start dan schema masih konsisten.
- Dampak / implikasi:
- Jalankan terhadap service/database restore disposable, bukan production live.
- `RESTORE_DRILL_RUN_MIGRATE=false` tersedia jika migration ingin dijalankan manual.
- Status: Active
## D-072 — UI QA Lightweight Gate
- Tanggal: 2026-05-29
- Keputusan:
- Ditambahkan `npm run ui:qa`.
- Checker memvalidasi inline script halaman operasional, async export reconciliation, dan permission-aware settlement actions.
- Placeholder navigation di halaman operasional utama dibersihkan dan kini menjadi failure jika muncul lagi.
- Alasan:
- Perubahan UI HTML inline rawan regresi sintaks yang tidak tertangkap TypeScript.
- Dampak / implikasi:
- UI QA ringan menjadi gate untuk mencegah placeholder nav kembali di halaman operasional utama.
- Status: Active
## D-073 — Staging Load Report Artifact
- Tanggal: 2026-05-29
- Keputusan:
- `scripts/load-test.mjs` dapat menulis JSON summary ke `LOAD_REPORT_FILE`.
- `npm run load:test:staging` sekarang memakai wrapper yang otomatis menyimpan report ke `reports/`.
- Alasan:
- Staging baseline perlu artifact yang bisa disimpan di handoff/release note, bukan hanya terminal output.
- Dampak / implikasi:
- Folder `reports/` berisi hasil run staging dan dapat diarsipkan oleh operator.
- Status: Active
## D-074 — Strict Production Security Preflight
- Tanggal: 2026-05-29
- Keputusan:
- `npm run deploy:check-env` sekarang gagal jika legacy admin/merchant/device auth masih aktif.
- Production preflight mewajibkan finance approval, export worker, export storage dir, retention positif, dan secret minimal 24 karakter.
- Alasan:
- Pilot live tidak boleh berjalan dengan fallback dev auth atau secret pendek.
- Dampak / implikasi:
- `.env` lokal dev memang akan gagal preflight production; validasi ini ditujukan untuk environment candidate.
- Status: Active
## D-075 — Rate Limiting dan Request Security Polish
- Tanggal: 2026-05-29
- Keputusan:
- Ditambahkan middleware rate limit in-memory dengan header `RateLimit-*` dan error `RATE_LIMITED`.
- Rate limit dipasang untuk admin/merchant login, admin write routes, device routes, dan integration callback routes.
- App menambahkan `JSON_BODY_LIMIT`, optional `TRUST_PROXY`, referrer policy, dan HSTS saat `NODE_ENV=production`.
- Alasan:
- Endpoint login, device, admin write, dan webhook/callback perlu guard dasar sebelum pilot publik.
- Dampak / implikasi:
- Default local dibuat cukup longgar agar smoke/load lokal tetap berjalan.
- Production wajib `RATE_LIMIT_ENABLED=true` dan tuning limit sesuai trafik pilot.
- Status: Active
## D-076 — Placeholder Navigation Cleanup
- Tanggal: 2026-05-29
- Keputusan:
- Placeholder `href="#"` dibersihkan dari halaman operasional utama: reconciliation, settlement batch, merchant settlement history, dan device technical detail.
- Link diarahkan ke halaman UI nyata seperti dashboard, settlement, reconciliation, device detail, transaction history, hub, atau login.
- Alasan:
- Placeholder nav mengganggu manual UI QA dan bisa membingungkan operator pilot.
- Dampak / implikasi:
- `npm run ui:qa` sekarang hijau tanpa warning placeholder.
- Beberapa target masih berupa halaman representatif sampai navigasi produk final dirapikan.
- Status: Active
## D-077 — Login Audit dan Bootstrap Password Policy
- Tanggal: 2026-05-29
- Keputusan:
- Admin login success/failure dicatat ke audit log dengan action `admin.login.success` dan `admin.login.failed`.
- Merchant login success/failure dicatat ke audit log dengan action `merchant.login.success` dan `merchant.login.failed`.
- Script `admin:create-user` dan `merchant:create-user` memperketat password policy: minimal 14 karakter, lowercase, uppercase, angka, simbol, dan tanpa kata default/produk obvious.
- Alasan:
- Pilot production membutuhkan visibility login dan guard sederhana sebelum user bootstrap.
- Dampak / implikasi:
- Audit log dapat dipakai untuk review brute force/credential misuse.
- Password bootstrap lama yang terlalu sederhana akan ditolak.
- Status: Active
## D-078 — Operational Runbook dan Pilot Checklist
- Tanggal: 2026-05-29
- Keputusan:
- Ditambahkan `OPERATIONAL_RUNBOOK.md` untuk SOP pre-deploy, deploy, smoke, backup, restore, rollback, dan incident response.
- Ditambahkan `PILOT_EXECUTION_CHECKLIST.md` untuk go/no-go pilot.
- Alasan:
- Artefak operasional perlu eksplisit agar handover tidak bergantung pada chat atau ingatan developer.
- Dampak / implikasi:
- Operator punya satu dokumen SOP dan satu checklist eksekusi pilot yang bisa dicentang.
- Status: Active
## D-079 — Export Storage Deployment Readiness
- Tanggal: 2026-05-29
- Keputusan:
- Ditambahkan `EXPORT_STORAGE_READINESS.md`.
- Production preflight mewajibkan `EXPORT_STORAGE_DIR` absolute path.
- Dokumen menjelaskan single-node pilot, multi-node shared storage, dan batasan sebelum object storage adapter tersedia.
- Alasan:
- Export sudah file-based, sehingga deployment multi-node perlu aturan storage yang jelas.
- Dampak / implikasi:
- Untuk multi-node, export directory harus shared atau download bisa gagal di node berbeda.
- S3/object storage tetap menjadi peningkatan future jika skala membutuhkan.
- Status: Active
## D-080 — Admin Audit Log UI Wiring
- Tanggal: 2026-05-29
- Keputusan:
- Halaman `admin-system-audit-logs` membaca data real dari `GET /admin/audit-logs`.
- Backend audit log mendukung filter `action_contains` untuk preset login events lintas admin/merchant.
- UI audit menambahkan filter action/entity/date, search client-side, KPI total/login failed/login success, dan drawer JSON payload.
- Alasan:
- Login audit sudah dicatat, sehingga operator membutuhkan view cepat untuk investigasi login failure/success.
- Dampak / implikasi:
- `npm run ui:qa` sekarang memasukkan halaman audit logs ke gate.
- Audit UI bisa dipakai untuk review brute force dan credential misuse selama pilot.
- Status: Active