1063 lines
62 KiB
Markdown
1063 lines
62 KiB
Markdown
# Decisions Log — QRIS Soundbox Platform
|
|
|
|
Log keputusan arsitektur dan implementasi yang harus dijadikan acuan eksekusi.
|
|
|
|
## Format Entri
|
|
- ID: [D-XXX]
|
|
- Tanggal:
|
|
- Keputusan:
|
|
- Alasan:
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Status:
|
|
|
|
## D-001 — Basis Implementasi Fase 0 dan 1
|
|
- Tanggal: 2026-05-23
|
|
- Keputusan:
|
|
- Menjalankan eksekusi langsung berdasarkan fase roadmap, tanpa pembuatan jadwal rinci.
|
|
- Alasan:
|
|
- Tim sudah punya pembagian fase yang jelas dan siap mulai implementasi langsung.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Fokus pada deliverable per fase dan DoD, bukan timeline.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-002 — Scope Fase 1 Step 1
|
|
- Tanggal: 2026-05-23
|
|
- Keputusan:
|
|
- Step 1 Fase 1 dibatasi pada core foundation: auth baseline, schema MVP, merchant/outlet/terminal/device/binding, observability dasar.
|
|
- Alasan:
|
|
- Memastikan jalur static payment bisa dipersiapkan stabil sebelum dynamic flow.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Fitur lain (settlement, dynamic QR, merchant portal) ditunda sampai Step 1 stabil.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-003 — API Contract Error Standard
|
|
- Tanggal: 2026-05-23
|
|
- Keputusan:
|
|
- Semua response error mengikuti envelope seragam:
|
|
- `code`, `message`, `details`, `request_id`, `timestamp`.
|
|
- Alasan:
|
|
- Memudahkan debug dan tracing lintas service/device.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Semua handler API harus mematuhi middleware response formatter yang sama.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-004 — Traceability Requirement
|
|
- Tanggal: 2026-05-23
|
|
- Keputusan:
|
|
- Semua request harus membawa `request_id`; webhook/device callback harus dihubungkan dengan `trace_id` jika multi-step.
|
|
- Alasan:
|
|
- Root-cause analysis perlu konteks end-to-end dari callback sampai notifikasi.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Framework logging dan parser event wajib men-generate field ini secara konsisten.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-005 — Idempotency Rule
|
|
- Tanggal: 2026-05-23
|
|
- Keputusan:
|
|
- Setiap path sensitif terhadap duplicate (create merchant/create device/binding/webhook request/dynamic QR nanti) wajib men-support idempotency key/table.
|
|
- Alasan:
|
|
- Menghindari double create, double binding, dan state drift akibat retry.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Menambah kebutuhan service/DB untuk `idempotency_keys` sejak awal Fase 1.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-006 — Device Binding
|
|
- Tanggal: 2026-05-23
|
|
- Keputusan:
|
|
- Notifikasi pembayaran hanya boleh dipush ke device dari binding aktif yang valid (active_flag=true).
|
|
- Alasan:
|
|
- Mencegah notifikasi salah kirim jika device pernah dipindahkan antar outlet/terminal.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Query notification selalu harus resolve binding aktif secara explicit.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-007 — Fallback Strategy untuk Fase 1
|
|
- Tanggal: 2026-05-23
|
|
- Keputusan:
|
|
- Retry MQTT pada Fase 1 memakai retry sederhana (fixed/backoff pendek), tanpa DLQ kompleks.
|
|
- Alasan:
|
|
- Menghemat effort awal sambil menjaga fitur core berjalan.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Fase 4 mengelola policy DLQ dan retry matang.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-008 — Minimal RBAC untuk Mulai Eksekusi
|
|
- Tanggal: 2026-05-23
|
|
- Keputusan:
|
|
- Implement RBAC baseline minimum di Fase 1 (admin-only) sambil menjaga token device terpisah.
|
|
- Alasan:
|
|
- Mengurangi risiko akses silang awal tanpa memperlambat pengembangan.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Permission matrix akan disempurnakan di Fase 4.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-009 — Dokumentasi Eksekusi Step 1
|
|
- Tanggal: 2026-05-23
|
|
- Keputusan:
|
|
- Spesifikasi detail Step 1 dituangkan di `12-fase1-step1-core-foundation-spec.md`.
|
|
- Alasan:
|
|
- Menghindari ketidakpastian saat tim mulai coding.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Semua implementer wajib merujuk dokumen ini saat menyiapkan branch dan PR.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-010 — Webhook Signature dan Parsing
|
|
- Tanggal: 2026-05-23
|
|
- Keputusan:
|
|
- Semua callback harus divalidasi signature-nya terlebih dahulu; jika tidak valid, respons harus `401` dan tidak boleh melakukan perubahan state apapun.
|
|
- Alasan:
|
|
- Payment callback adalah sumber trust utama dan harus dijaga dari spoofing/replay.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Service callback wajib mengimplementasikan validator HMAC (atau skema cryptographic sesuai partner) sebelum mapping transaksi.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-011 — Callback Idempotency di Level Transaksi
|
|
- Tanggal: 2026-05-23
|
|
- Keputusan:
|
|
- Callback duplikat harus diidentifikasi deterministik dari `partner_reference + payment_status + partner_event_id` dan diperlakukan idempotent.
|
|
- Alasan:
|
|
- Callback retry sangat umum dari partner dan dapat memicu double state update.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- state transition dilakukan hanya jika perubahan state valid sesuai mesin state.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-012 — Evented Transaction State Change
|
|
- Tanggal: 2026-05-23
|
|
- Keputusan:
|
|
- Setiap perubahan state transaksi harus menghasilkan `transaction_events` agar Step 3 dan observability bisa berjalan.
|
|
- Alasan:
|
|
- Auditability dan troubleshooting menuntut timeline per transaksi.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- update transaksi tanpa menulis event dianggap bug di Step 1.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-013 — Terminal Event `paid` sebagai Trigger Notification
|
|
- Tanggal: 2026-05-23
|
|
- Keputusan:
|
|
- Notifikasi pembayaran di Step 3 harus dipicu dari event internal status `paid`, bukan dari polling callback.
|
|
- Alasan:
|
|
- Menghindari race dan duplikasi notifikasi.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Implementasi Step 3 harus subscribe dan consume event transaction paid.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-014 — Retry Notifikasi Fase 1
|
|
- Tanggal: 2026-05-23
|
|
- Keputusan:
|
|
- Step 3 menggunakan retry dasar maksimum 3 kali dengan jadwal 15/30/60 detik.
|
|
- Alasan:
|
|
- Menyeimbangkan reliability dan kecepatan operasional tanpa kompleksitas DLQ penuh pada fase awal.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- `notifications.retry_count` wajib ditulis dan dibatasi maksimal 3.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-015 — Notifikasi Tanpa Ack Fase 1
|
|
- Tanggal: 2026-05-23
|
|
- Keputusan:
|
|
- Pada fase 1, absence of MQTT ack tidak dianggap error akhir; status sukses ditentukan dari publish outcome, bukan ack dari device.
|
|
- Alasan:
|
|
- Device ecosystem belum konsisten untuk ack schema, dan goal fase 1 adalah stabilitas flow utama.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- `ack_status` bisa `not_supported`, dan operasi tetap lanjut dengan monitoring via retry/publish status.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-016 — Heartbeat Status Threshold Fase 1
|
|
- Tanggal: 2026-05-23
|
|
- Keputusan:
|
|
- Definisi status device ditetapkan: online (<90s), degraded (signal/battery buruk), stale (<15 menit), offline (>15 menit) berdasarkan `last_seen_at`.
|
|
- Alasan:
|
|
- Konsistensi status dibutuhkan untuk ops triage cepat.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Setiap list/detail device menampilkan status yang dihitung dari rule yang sama.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-017 — Dashboard KPI Fase 1
|
|
- Tanggal: 2026-05-23
|
|
- Keputusan:
|
|
- Dashboard ops minimum menampilkan: transaksi hari ini, success rate hari ini, active devices, pending notifications, stale/offline counts.
|
|
- Alasan:
|
|
- Tim operasi perlu indikator cepat tanpa menunggu custom analytics.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Endpoint summary dashboard wajib dihitung dari data transaksi/device/notification inti.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-018 — Pencairan Dana Non-Tersentral per Merchant
|
|
- Tanggal: 2026-05-24
|
|
- Keputusan:
|
|
- Pencairan dana tidak dilakukan di rekening perusahaan; setiap merchant memakai rekening tujuan sendiri (atau reference payout miliknya) untuk settlement.
|
|
- Alasan:
|
|
- Menghindari ketergantungan izin/operasional PJP di tahap awal dan mempercepat launch MVP.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Schema dan model onboarding merchant memakai `payout_account_reference`/rekening merchant, bukan rekening vault pusat.
|
|
- Modul settlement platform difokuskan ke rekonsiliasi, status payout, dan visibility, bukan pengelolaan rekening pusat.
|
|
- Callback payout dan payout execution dianggap partner-oriented (tergantung integrasi penyedia), bukan core di fase awal.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-019 — Fase 1 Audit Log dan Ledger Placeholder
|
|
- Tanggal: 2026-05-26
|
|
- Keputusan:
|
|
- Fase 1 mencatat audit log untuk aksi admin/webhook penting dan membuat ledger placeholder `gross_income` saat transaksi berubah ke `paid`.
|
|
- Alasan:
|
|
- Acceptance Fase 1 membutuhkan audit aksi CRUD penting, callback state changes, dan placeholder ledger untuk transaksi sukses tanpa menunggu modul finance penuh.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- `audit_logs` menjadi sumber trace operasional awal untuk entity penting.
|
|
- `ledger_entries` Fase 1 hanya placeholder gross income; fee/platform payable detail tetap masuk Fase 3.
|
|
- Duplicate paid callback tetap idempotent dan tidak membuat ledger duplikat karena unique key per `transaction_id + entry_type`.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-020 — Awal Fase 2 Dynamic QR API-Direct
|
|
- Tanggal: 2026-05-26
|
|
- Keputusan:
|
|
- Fase 2 dimulai dari capability resolver dan endpoint `POST /device/transactions/dynamic-qr` untuk device `communication_mode=api`.
|
|
- Dynamic QR API-direct memakai mock QRIS payload lokal sampai integrasi partner QRIS tersedia.
|
|
- Alasan:
|
|
- Capability/routing harus stabil sebelum MQTT dynamic dan config push dibangun.
|
|
- Mock partner memungkinkan transaksi dynamic tersimpan dan callback Fase 1 tetap diuji sebagai source of truth.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Device static/MQTT yang tidak memiliki capability `dynamic_qr.api_direct` ditolak dengan `DEVICE_CAPABILITY_NOT_SUPPORTED`.
|
|
- Device wajib punya binding aktif ke terminal `qr_mode=dynamic_api`; jika tidak, API mengembalikan `DEVICE_NOT_BOUND`.
|
|
- Response dynamic QR idempotent memakai `Idempotency-Key` atau `request_id`, dan transaksi dibuat `awaiting_payment`.
|
|
- Callback paid tetap memakai endpoint webhook yang sama untuk mengubah transaksi menjadi `paid` dan memicu notifikasi.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-021 — MQTT Dynamic QR dan Device Config Fase 2
|
|
- Tanggal: 2026-05-26
|
|
- Keputusan:
|
|
- MQTT dynamic QR Fase 2 diimplementasikan sebagai HTTP simulator endpoint `POST /device/mqtt/uplink/dynamic-qr/request` yang mencatat uplink/downlink ke `mqtt_messages`.
|
|
- Config push memakai `PATCH /admin/devices/{deviceId}/config`, disimpan di `device_configs`, dipublish ke MQTT outbox, lalu device mengirim `POST /device/config/ack`.
|
|
- Alasan:
|
|
- Belum ada broker MQTT sungguhan di stack lokal, tapi kontrak topic/payload dan idempotency perlu bisa diuji end-to-end.
|
|
- Outbox membuat downlink response/config push observable lewat admin sebelum integrasi broker asli.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Saat broker MQTT dipasang, `mqtt_messages` bisa menjadi outbox/trace awal untuk adapter broker.
|
|
- Dynamic MQTT request memakai `request_id` sebagai `correlation_id` dan idempotency key.
|
|
- Device config selalu versioned; ACK dicatat terpisah di `device_config_acks`.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-022 — Config Drift dan Retry Push Fase 2
|
|
- Tanggal: 2026-05-26
|
|
- Keputusan:
|
|
- Fase 2 menambahkan status drift config device melalui `GET /admin/devices/{deviceId}/config/status`.
|
|
- Retry config dilakukan via `POST /admin/devices/{deviceId}/config/retry-push` tanpa menaikkan `config_version`.
|
|
- ACK config dari device juga dicatat sebagai uplink trace di `mqtt_messages` dengan `message_type=config_ack`.
|
|
- Alasan:
|
|
- Operasi perlu membedakan config `applied`, `pending_ack`, `failed_ack`, `stale_ack`, dan `never_pushed` sebelum broker MQTT sungguhan dipasang.
|
|
- Retry harus mengirim ulang desired config yang sama agar idempotent dan tidak membuat drift versi buatan.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Config yang sudah `applied` tidak boleh di-retry kecuali admin mengirim `force=true`.
|
|
- `mqtt_messages` menjadi timeline awal untuk config push dan ACK device.
|
|
- Saat broker MQTT asli masuk, endpoint retry tetap menjadi trigger adapter/outbox, bukan tempat menyimpan logic konfigurasi baru.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-023 — Health Summary Device Fase 2
|
|
- Tanggal: 2026-05-26
|
|
- Keputusan:
|
|
- Endpoint admin device menambahkan `health_summary` berisi `status`, `score`, `age_seconds`, dan `reasons`.
|
|
- `derived_status` tetap dipertahankan untuk kompatibilitas UI, namun nilainya berasal dari rule health summary yang sama.
|
|
- Alasan:
|
|
- Operasi membutuhkan konteks kenapa device online/degraded/stale/offline, bukan hanya label status.
|
|
- Skor 0-100 memudahkan sorting/filter dashboard tanpa mengubah threshold status Fase 1.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Status masih mengikuti threshold Fase 1: online <90 detik, stale >90 detik, offline >15 menit, degraded untuk sinyal/baterai buruk.
|
|
- UI dapat memakai `health_summary.reasons` untuk badge/tooltip ops.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-024 — UI Ops Device Fase 2
|
|
- Tanggal: 2026-05-26
|
|
- Keputusan:
|
|
- UI device registry dan device technical detail menampilkan `health_summary` dan config delivery status.
|
|
- Retry config push tersedia dari drawer device registry dan halaman detail device.
|
|
- Alasan:
|
|
- Operator perlu melihat status Fase 2 tanpa membuka raw payload/API response.
|
|
- Retry config adalah tindakan operasional langsung, sehingga harus dekat dengan status drift config.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- UI memakai endpoint `GET /admin/devices/{deviceId}/config/status` dan `POST /admin/devices/{deviceId}/config/retry-push`.
|
|
- `derived_status` tetap dipakai sebagai fallback/compatibility, sementara health score/reasons menjadi konteks tambahan.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-025 — Dynamic QR Expiry Sweep Fase 2
|
|
- Tanggal: 2026-05-26
|
|
- Keputusan:
|
|
- Dynamic QR `awaiting_payment` yang melewati `expired_at` dapat ditutup oleh sweep internal `POST /admin/transactions/expire-due`.
|
|
- Sweep hanya berlaku untuk transaksi `qr_mode=dynamic` dan status `awaiting_payment`.
|
|
- Alasan:
|
|
- Fase 2 tidak boleh bergantung penuh pada callback partner untuk menutup QR yang kadaluarsa.
|
|
- Expiry internal menjaga daftar transaksi pending tetap akurat untuk ops dan device flow.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Sweep menulis `STATE_CHANGED` event dengan reason `dynamic_qr_expired`.
|
|
- Callback paid yang datang setelah transaksi sudah `expired` tetap ditolak oleh state transition guard.
|
|
- Endpoint admin ini bisa menjadi dasar scheduler/background worker saat fase operasional berikutnya.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-026 — Penundaan Broker MQTT Sungguhan
|
|
- Tanggal: 2026-05-28
|
|
- Keputusan:
|
|
- Integrasi broker MQTT sungguhan ditunda sampai infrastruktur broker, credential, network access, dan topic policy siap.
|
|
- Selama broker belum siap, Fase 2 tetap memakai HTTP simulator dan `mqtt_messages` sebagai outbox/trace untuk dynamic QR MQTT, config push, dan config ACK.
|
|
- Prioritas lanjutan sebelum broker siap adalah hardening UI ops, scheduler dynamic QR expiry, dan observability outbox.
|
|
- Alasan:
|
|
- Broker MQTT membutuhkan persiapan eksternal di luar kode aplikasi agar implementasi adapter tidak menebak-nebak detail koneksi dan policy topic.
|
|
- Simulator/outbox saat ini sudah cukup untuk menguji kontrak payload, idempotency, correlation ID, dan visibilitas admin.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Tidak menambahkan dependency broker/client MQTT sungguhan sampai detail infrastruktur tersedia.
|
|
- Adapter broker nanti harus memakai `mqtt_messages` sebagai sumber trace/outbox awal, bukan mengganti kontrak Fase 2 yang sudah berjalan.
|
|
- Pekerjaan berikutnya dapat lanjut ke scheduler expiry dan peningkatan UI/filter ops tanpa blocking pada broker.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-027 — Broker MQTT Awal Menggunakan Mosquitto
|
|
- Tanggal: 2026-05-28
|
|
- Keputusan:
|
|
- Broker MQTT sungguhan pertama akan memakai Mosquitto karena ringan, sederhana dioperasikan, dan cukup untuk kebutuhan MVP/early production.
|
|
- Migrasi ke EMQX atau managed MQTT tetap dibuka jika skala, high availability, dashboard broker, rule engine, atau auth/authorization kompleks mulai dibutuhkan.
|
|
- Kontrak topic, credential model, dan adapter backend harus dibuat broker-agnostic agar migrasi tidak mengubah flow device.
|
|
- Alasan:
|
|
- Kebutuhan saat ini masih single broker dengan TLS, username/password, ACL per device, dan publish/subscribe dasar.
|
|
- Mosquitto memberi jalur deploy paling cepat sambil menjaga biaya dan kompleksitas operasional rendah.
|
|
- Target skala besar seperti 100.000 device masih memungkinkan dievaluasi lewat benchmark bertahap sebelum memutuskan migrasi.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Hindari penggunaan fitur broker-spesifik yang sulit dipindahkan.
|
|
- Device topic tetap mengikuti kontrak `devices/{deviceId}/...`.
|
|
- Credential device tetap dikelola sebagai bagian dari domain platform agar tidak terkunci pada format internal broker tertentu.
|
|
- Benchmark kapasitas wajib dilakukan sebelum milestone skala besar, misalnya 20k, 50k, dan 100k connected device.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-028 — Finance Light dan Credential Device Operasional
|
|
- Tanggal: 2026-05-28
|
|
- Keputusan:
|
|
- Ledger Fase 1 dinaikkan dari placeholder gross-only menjadi finance light: `gross_income`, `platform_fee`, dan `merchant_payable`.
|
|
- Platform fee awal memakai konfigurasi `FINANCE_PLATFORM_FEE_BPS` agar mudah diubah tanpa migrasi schema.
|
|
- Credential MQTT device dikelola di domain device melalui status credential, username MQTT, timestamp issue/rotate/revoke, dan fingerprint secret.
|
|
- Password credential hanya dikembalikan satu kali oleh endpoint rotate dan tidak disimpan sebagai plaintext.
|
|
- Username MQTT device harus sama dengan `device_id` karena ACL Mosquitto memakai pattern `devices/%u/...`.
|
|
- Alasan:
|
|
- Admin settlement dan reconciliation butuh angka net payable awal sebelum modul settlement penuh.
|
|
- Credential device perlu siap sebelum ACL/per-device broker MQTT dibuat agar provisioning tidak bergantung pada catatan manual.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Callback paid membuat ledger idempotent per `transaction_id + entry_type`.
|
|
- Model fee saat ini masih global/default; fee profile merchant tetap bisa ditambahkan kemudian tanpa mengubah kontrak ledger entry.
|
|
- Endpoint `POST /admin/devices/{deviceId}/credentials/rotate` menjadi jalur provisioning credential MQTT awal.
|
|
- Script `npm run mqtt:provision-device` menjadi jalur ringan untuk rotate credential dan menghasilkan command `mosquitto_passwd`.
|
|
- UI device technical detail menyediakan rotate credential dan modal one-time secret untuk operator.
|
|
- ACL Mosquitto per device masih perlu disinkronkan dari credential platform saat tahap broker provisioning berikutnya.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-029 — Device Auth Per-Credential dengan Fallback Dev Token
|
|
- Tanggal: 2026-05-28
|
|
- Keputusan:
|
|
- Endpoint `/device/*` menerima autentikasi per-device melalui header `X-Device-Id` dan `X-Device-Secret`.
|
|
- Secret device diverifikasi memakai fingerprint credential yang tersimpan di database; plaintext secret tidak disimpan.
|
|
- Credential device hanya boleh mengakses resource untuk `device_id` yang sama dengan `X-Device-Id`.
|
|
- `Authorization: Bearer DEVICE_TOKEN` tetap diterima sebagai fallback/dev compatibility selama transisi.
|
|
- Alasan:
|
|
- Credential MQTT yang sudah diprovision perlu menjadi identitas device yang sama untuk API platform.
|
|
- Token global device terlalu luas untuk production karena satu token bocor bisa mengakses semua device.
|
|
- Fallback dev token menjaga smoke test, simulator, dan tooling lama tetap berjalan saat migrasi bertahap.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Device production sebaiknya mulai mengirim `X-Device-Id` dan `X-Device-Secret`.
|
|
- API menolak credential valid yang mencoba mengirim payload untuk device lain dengan `403 FORBIDDEN`.
|
|
- Production dapat set `DEVICE_AUTH_ALLOW_LEGACY_TOKEN=false` untuk mematikan fallback `DEVICE_TOKEN`.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-030 — Settlement Batch Light dari Merchant Payable
|
|
- Tanggal: 2026-05-28
|
|
- Keputusan:
|
|
- Settlement awal dibuat sebagai batch dari ledger entry `merchant_payable` yang belum pernah masuk batch.
|
|
- Batch dikelompokkan per merchant dan menyimpan `gross_amount`, `platform_fee_amount`, `net_payable_amount`, `entry_count`, `cutoff_at`, dan status.
|
|
- Status awal batch adalah `created`; admin dapat menandai batch menjadi `paid`.
|
|
- Settlement light tidak memindahkan dana dan tidak mengelola rekening escrow; batch adalah rekonsiliasi/payable visibility.
|
|
- Alasan:
|
|
- Finance light sudah menghasilkan merchant payable, sehingga admin membutuhkan unit batch untuk proses settlement manual/merchant-direct.
|
|
- Model ini tetap cocok dengan keputusan payout merchant-direct, karena batch adalah daftar kewajiban bayar, bukan instruksi transfer otomatis.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Ledger entry hanya boleh masuk satu batch lewat unique key `settlement_batch_entries.ledger_entry_id`.
|
|
- Batch berikutnya hanya mengambil payable yang belum dibatch.
|
|
- Endpoint baru: `POST /admin/settlement-batches`, `GET /admin/settlement-batches`, `GET /admin/settlement-batches/{batchId}`, `GET /admin/settlement-batches/{batchId}/export.csv`, dan `POST /admin/settlement-batches/{batchId}/mark-paid`.
|
|
- UI settlement batch management membaca batch real, menampilkan KPI, membuka detail drawer, generate batch, mark paid, dan download CSV payout report.
|
|
- Tahap berikutnya bisa menambahkan format bank-specific payout file jika dibutuhkan.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-031 — Dashboard Settlement / Finance Summary
|
|
- Tanggal: 2026-05-28
|
|
- Keputusan:
|
|
- Admin dashboard overview menampilkan ringkasan settlement dan finance dari data batch real.
|
|
- Summary backend `/admin/dashboard/summary` memuat pending payout, paid payout, total platform fee, jumlah batch open/paid/total.
|
|
- Dashboard menampilkan panel "Settlement Finance" dengan batch terbaru dan tombol download CSV payout report per batch.
|
|
- Alasan:
|
|
- Setelah settlement batch light aktif, operator perlu melihat exposure payable dan fee tanpa harus masuk dulu ke halaman settlement detail.
|
|
- Summary di dashboard membantu sanity check finance harian sebelum payout manual/merchant-direct dijalankan.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Angka dashboard saat ini bersumber dari maksimal 500 batch terbaru, cukup untuk fase awal dan smoke/manual ops ringan.
|
|
- Untuk volume besar, summary finance perlu dipindah ke query agregasi khusus atau materialized summary agar tidak bergantung pada limit list batch.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-032 — Settlement Mark Paid Membutuhkan Bukti Payout
|
|
- Tanggal: 2026-05-28
|
|
- Keputusan:
|
|
- UI settlement tidak lagi menutup batch dengan satu klik langsung; operator harus mengisi `paid_at`, reference payout, dan note rekonsiliasi.
|
|
- Endpoint `POST /admin/settlement-batches/{batchId}/mark-paid` menerima `paid_reference` dan `paid_note`, lalu menyimpannya di `metadata_json`.
|
|
- Audit log tetap menyimpan before/after batch agar perubahan status dan bukti payout dapat ditelusuri.
|
|
- Alasan:
|
|
- Mark paid adalah aksi finansial operasional, sehingga perlu bukti transfer/reference sebelum status batch ditutup.
|
|
- Menyimpan bukti di metadata menjaga schema tetap ringan pada fase awal sambil mempertahankan traceability.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- UI mewajibkan reference payout, tetapi API masih kompatibel dengan payload lama untuk tooling internal.
|
|
- Jika workflow payout makin formal, field bukti payout dapat dipromosikan menjadi kolom dedicated atau tabel payout events.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-033 — Dashboard Finance Summary Menggunakan Agregasi DB
|
|
- Tanggal: 2026-05-28
|
|
- Keputusan:
|
|
- Summary settlement/finance untuk admin dashboard dihitung lewat query agregasi langsung ke `settlement_batches`.
|
|
- Endpoint `/admin/dashboard/summary` tidak lagi menghitung total finance dari list batch yang dibatasi pagination.
|
|
- Alasan:
|
|
- Angka payable, paid payout, fee, dan jumlah batch harus mewakili seluruh data, bukan hanya batch terbaru.
|
|
- Jalur agregasi khusus lebih siap untuk volume data yang bertambah tanpa mengubah kontrak UI dashboard.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- UI dashboard tetap memakai kontrak field yang sama.
|
|
- Jika volume settlement makin besar, agregasi ini bisa ditingkatkan menjadi materialized summary tanpa mengubah respons API.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-034 — Merchant Portal Settlement View
|
|
- Tanggal: 2026-05-28
|
|
- Keputusan:
|
|
- Merchant portal memiliki endpoint settlement merchant-scoped untuk profile, summary payout, daftar batch, detail batch, dan export CSV.
|
|
- Merchant login fase awal memakai token dev `MERCHANT_TOKEN` dan password portal sederhana `MERCHANT_PORTAL_PASSWORD`.
|
|
- UI `merchant-settlement-history` membaca data settlement real sesuai merchant yang login.
|
|
- Alasan:
|
|
- Settlement tidak hanya perlu visible untuk admin; merchant juga perlu transparansi pending payout, paid payout, detail batch, dan report.
|
|
- Merchant-scoped endpoint mencegah UI merchant memakai API admin atau melihat batch merchant lain.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Auth merchant saat ini masih ringan untuk fase development; production perlu diganti ke user/session auth merchant yang sebenarnya.
|
|
- Kontrak endpoint sudah dipisah dari admin sehingga hardening auth bisa dilakukan tanpa mengubah UI settlement merchant secara besar.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-035 — Payout Event History
|
|
- Tanggal: 2026-05-28
|
|
- Keputusan:
|
|
- Settlement batch memiliki event history formal di tabel `settlement_batch_events`.
|
|
- Event awal yang dicatat: `created`, `csv_exported`, dan `marked_paid`.
|
|
- Admin dan merchant detail settlement membaca event history yang sama.
|
|
- Alasan:
|
|
- Metadata dan audit log cukup untuk jejak internal, tetapi operator dan merchant membutuhkan timeline payout yang mudah dibaca.
|
|
- Event history menjadi fondasi untuk workflow berikutnya seperti failed/cancelled payout, reference update, dan dispute.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Export CSV dari admin maupun merchant menambah event `csv_exported`.
|
|
- Event history tidak menggantikan audit log; audit log tetap dipakai untuk compliance internal admin.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-036 — Settlement Failed dan Cancel Workflow
|
|
- Tanggal: 2026-05-28
|
|
- Keputusan:
|
|
- Batch settlement berstatus `created` dapat ditandai `failed` atau `cancelled` oleh admin dengan reason wajib.
|
|
- Endpoint baru: `POST /admin/settlement-batches/{batchId}/mark-failed` dan `POST /admin/settlement-batches/{batchId}/cancel`.
|
|
- Reason disimpan ke `failure_reason`, detail resolusi disimpan ke `metadata_json`, dan event `failed`/`cancelled` dicatat di payout event history.
|
|
- Alasan:
|
|
- Workflow payout operasional perlu menangani transfer gagal dan batch yang dibatalkan sebelum dibayar.
|
|
- Reason wajib menjaga keputusan finansial tetap dapat ditelusuri oleh operator dan merchant.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Batch failed/cancelled menjadi final state, tetapi dapat direprocess lewat aturan D-037.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-037 — Reprocess Settlement Failed/Cancelled
|
|
- Tanggal: 2026-05-28
|
|
- Keputusan:
|
|
- Batch settlement berstatus `failed` atau `cancelled` dapat direprocess menjadi batch baru berstatus `created`.
|
|
- Reprocess memindahkan `settlement_batch_entries` dari batch lama ke batch baru, karena ledger entry hanya boleh aktif pada satu batch.
|
|
- Batch lama tetap menjadi arsip final dan menyimpan `reprocessed_to_batch_id` di `metadata_json`.
|
|
- Endpoint baru: `POST /admin/settlement-batches/{batchId}/reprocess`.
|
|
- Alasan:
|
|
- Payable dari payout gagal/cancel perlu dapat diproses ulang tanpa membuat ledger entry duplikat.
|
|
- Memindahkan entry menjaga constraint unik `settlement_batch_entries.ledger_entry_id` sekaligus membuat batch baru siap mengikuti workflow normal.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Detail report batch lama setelah reprocess tidak lagi menampilkan entry karena entry dipindah ke batch baru; angka aggregate batch lama tetap tersimpan sebagai arsip.
|
|
- Reprocess hanya boleh satu kali per batch lama untuk menghindari batch duplikat.
|
|
- Event history mencatat `reprocessed` pada batch lama dan `created` pada batch baru.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-038 — Settlement Reconciliation Mismatch Report
|
|
- Tanggal: 2026-05-28
|
|
- Keputusan:
|
|
- Admin memiliki report reconciliation untuk membandingkan aggregate settlement batch dengan ledger dan transaksi aktual.
|
|
- Endpoint baru: `GET /admin/reconciliation/settlement-batches`.
|
|
- UI `admin-reconciliation-management` membaca data real dari endpoint tersebut untuk KPI matched, discrepancy, issue count, raw payload, dan tabel batch.
|
|
- Batch arsip yang sudah direprocess tidak dihitung sebagai mismatch palsu karena entry settlement-nya memang dipindah ke batch baru.
|
|
- Alasan:
|
|
- Operator finance butuh cara cepat melihat batch yang angka gross, fee, net payable, entry count, atau status transaksinya tidak sinkron.
|
|
- Report ini menjadi sanity layer sebelum workflow koreksi payout/reference yang lebih detail.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Report masih internal-system reconciliation, belum mencocokkan bank statement eksternal.
|
|
- Smoke test memverifikasi endpoint report mengembalikan aggregate dan rows.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-039 — Settlement Payout Reference Update
|
|
- Tanggal: 2026-05-28
|
|
- Keputusan:
|
|
- Admin dapat memperbarui `paid_reference` dan `paid_note` untuk settlement batch yang sudah berstatus `paid`.
|
|
- Endpoint baru: `PATCH /admin/settlement-batches/{batchId}/reference`.
|
|
- Update reference menyimpan nilai terbaru di `metadata_json`, mencatat event `reference_updated`, dan membuat audit log before/after.
|
|
- UI settlement batch management menampilkan form update reference hanya untuk batch `paid`.
|
|
- Alasan:
|
|
- Bukti payout manual bisa salah input atau perlu dilengkapi setelah rekonsiliasi.
|
|
- Perubahan bukti payout harus traceable tanpa membuka ulang status finansial batch.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Reference update tidak mengubah status, nominal, entry, atau paid_at batch.
|
|
- Batch yang belum paid, failed, atau cancelled tidak dapat mengubah payout reference lewat endpoint ini.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-040 — Bank Generic Payout Export
|
|
- Tanggal: 2026-05-28
|
|
- Keputusan:
|
|
- Endpoint export settlement mendukung format tambahan `bank_generic` lewat query `?format=bank_generic`.
|
|
- Format default `standard` tetap menjadi payout report detail per transaksi agar kompatibel dengan UI dan tooling yang sudah ada.
|
|
- Format `bank_generic` menghasilkan satu baris payout per batch berisi beneficiary account, account type, beneficiary name, amount, currency, remark, batch code, dan transaction count.
|
|
- Admin dan merchant export memakai pilihan format yang sama; UI admin settlement menyediakan pilihan General CSV atau Bank Upload.
|
|
- Alasan:
|
|
- Operasional finance membutuhkan file yang lebih dekat ke pola upload bank/payment rail, bukan hanya report detail transaksi.
|
|
- Format generik memberi baseline sebelum membuat template bank spesifik seperti BCA, Mandiri, BRI, atau payment gateway tertentu.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- `settlement_account_reference` dan `settlement_account_type` merchant menjadi sumber destination account pada file bank generic.
|
|
- Event `csv_exported` menyimpan format dan filename untuk jejak audit.
|
|
- Format bank spesifik berikutnya dapat ditambahkan sebagai nilai `format` baru tanpa mengubah endpoint.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-041 — Settlement Dispute/Adjustment Record
|
|
- Tanggal: 2026-05-28
|
|
- Keputusan:
|
|
- Admin dapat mencatat adjustment/dispute ringan pada settlement batch lewat endpoint `POST /admin/settlement-batches/{batchId}/adjustments`.
|
|
- Adjustment disimpan di `metadata_json.adjustments` dengan tipe `credit` atau `debit`, nominal absolut, signed amount, reason, note, actor, dan timestamp.
|
|
- Total signed adjustment disimpan di `metadata_json.total_adjustment_amount`.
|
|
- Setiap adjustment mencatat event `adjustment_recorded` dan audit log before/after.
|
|
- UI settlement batch management menyediakan form Record Adjustment dan menampilkan total adjustment.
|
|
- Alasan:
|
|
- Setelah reconciliation, operator perlu mencatat koreksi/selisih payout tanpa langsung mengubah ledger historis.
|
|
- Event dan metadata cukup untuk fase awal dispute tracking sebelum dibuat ledger adjustment formal.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Adjustment tidak mengubah `gross_amount`, `platform_fee_amount`, `net_payable_amount`, status batch, atau ledger entries.
|
|
- Batch arsip yang sudah direprocess tidak dapat menerima adjustment baru agar arsip tetap final.
|
|
- Tahap berikutnya dapat mempromosikan adjustment menjadi tabel/ledger entry khusus jika proses finance membutuhkannya.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-042 — Settlement Adjustment Summary di Finance Dashboard
|
|
- Tanggal: 2026-05-28
|
|
- Keputusan:
|
|
- Summary finance settlement menghitung `adjustment_amount` dari `metadata_json.total_adjustment_amount` setiap batch.
|
|
- Endpoint `/admin/dashboard/summary` menambahkan `settlement_adjustment_amount` dan `settlement_adjusted_paid_amount`.
|
|
- UI admin dashboard menampilkan paid payout sebagai adjusted paid amount dan menampilkan adjustment sebagai angka terpisah.
|
|
- UI settlement batch management menampilkan total adjustment pada KPI finance.
|
|
- Alasan:
|
|
- Setelah adjustment/dispute dicatat, operator perlu melihat dampaknya di ringkasan finance tanpa membuka batch satu per satu.
|
|
- Paid payout asli tetap dibutuhkan sebagai angka batch historis, sementara adjusted paid memberi pandangan operasional setelah koreksi.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Adjustment summary masih berbasis metadata, belum menjadi ledger formal.
|
|
- `settlement_paid_amount` tetap nominal paid batch asli; `settlement_adjusted_paid_amount` adalah paid amount ditambah signed adjustment.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-043 — Merchant Settlement Adjustment Visibility
|
|
- Tanggal: 2026-05-28
|
|
- Keputusan:
|
|
- Merchant settlement summary memakai `adjusted_paid_amount` untuk total settled yang ditampilkan di portal merchant.
|
|
- Portal merchant menampilkan `adjustment_amount` sebagai angka terpisah agar koreksi payout tetap transparan.
|
|
- Drawer settlement merchant menampilkan adjustment/refund dan total disbursed setelah adjustment.
|
|
- Alasan:
|
|
- Merchant perlu melihat dampak koreksi payout yang sama dengan admin finance, bukan hanya nominal batch asli.
|
|
- Menampilkan adjustment terpisah menjaga transparansi tanpa mencampurkan koreksi dengan gross/net historis.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Backend merchant sudah memakai summary yang sama dari `getSettlementFinanceSummary`.
|
|
- Smoke test memverifikasi `adjustment_amount` dan `adjusted_paid_amount` tersedia untuk merchant.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-044 — Settlement Adjustment Formal Table
|
|
- Tanggal: 2026-05-28
|
|
- Keputusan:
|
|
- Adjustment settlement dipromosikan dari metadata-only menjadi tabel formal `settlement_batch_adjustments`.
|
|
- Endpoint `POST /admin/settlement-batches/{batchId}/adjustments` menulis row adjustment formal, lalu mensinkronkan ringkasan kompatibilitas ke `settlement_batches.metadata_json`.
|
|
- Detail batch admin dan merchant mengembalikan array `adjustments`.
|
|
- Summary finance menghitung adjustment dari tabel formal, bukan dari metadata.
|
|
- Alasan:
|
|
- Adjustment/dispute adalah data finance auditable dan perlu dapat di-query tanpa parsing metadata batch.
|
|
- Metadata tetap dipertahankan sebagai ringkasan agar UI dan payload lama tidak langsung patah.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- `metadata_json.adjustments` bukan sumber utama lagi; sumber utama adalah `settlement_batch_adjustments`.
|
|
- UI admin dan merchant membaca adjustment formal dari detail response saat tersedia, dengan fallback metadata.
|
|
- Jika ada data metadata-only lama di environment yang sudah berjalan, perlu migrasi backfill sebelum summary formal dianggap lengkap.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-045 — Backfill Adjustment Metadata ke Tabel Formal
|
|
- Tanggal: 2026-05-28
|
|
- Keputusan:
|
|
- Migrasi schema melakukan backfill idempotent dari `settlement_batches.metadata_json.adjustments` ke `settlement_batch_adjustments`.
|
|
- Backfill memakai ID adjustment lama jika tersedia; jika tidak tersedia, ID dibuat deterministik dari batch dan urutan array.
|
|
- Insert backfill memakai `ON CONFLICT (id) DO NOTHING` supaya aman dijalankan berulang.
|
|
- Setelah backfill, `metadata_json.total_adjustment_amount` disinkronkan ulang dari tabel formal.
|
|
- Alasan:
|
|
- Ada kemungkinan environment yang sudah berjalan memiliki adjustment metadata-only dari D-041 sebelum tabel formal D-044.
|
|
- Summary finance sekarang menghitung dari tabel formal, sehingga data lama perlu ikut masuk agar laporan tidak turun nilainya.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Backfill menjaga kompatibilitas metadata, tetapi sumber utama tetap `settlement_batch_adjustments`.
|
|
- Metadata lama yang tidak memiliki reason akan diberi reason default `Backfilled settlement adjustment`.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-046 — Settlement Adjustment Report
|
|
- Tanggal: 2026-05-28
|
|
- Keputusan:
|
|
- Admin memiliki endpoint `GET /admin/settlement-adjustments` untuk membaca adjustment settlement lintas batch.
|
|
- Report mendukung filter `merchant_id`, `adjustment_type`, `from`, `to`, dan `limit`.
|
|
- Payload report menyertakan total count, total credit, total debit, net signed adjustment, serta row dengan konteks batch.
|
|
- UI `admin-reconciliation-management` menampilkan recent adjustment activity dari report formal.
|
|
- Alasan:
|
|
- Setelah adjustment menjadi tabel formal, finance perlu audit trail lintas batch tanpa membuka detail batch satu per satu.
|
|
- Reconciliation dashboard adalah tempat natural untuk melihat koreksi payout terbaru.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Summary report dihitung dari semua row yang sesuai filter, sedangkan daftar row tetap dibatasi limit untuk UI.
|
|
- Report ini belum berupa export CSV khusus; export bisa ditambahkan jika finance membutuhkan lampiran audit.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-047 — Settlement Adjustment CSV Export
|
|
- Tanggal: 2026-05-28
|
|
- Keputusan:
|
|
- Admin memiliki endpoint `GET /admin/settlement-adjustments/export.csv`.
|
|
- Export CSV memakai filter yang sama dengan report JSON: `merchant_id`, `adjustment_type`, `from`, `to`, dan `limit`.
|
|
- CSV menyertakan blok summary, lalu daftar adjustment dengan konteks batch, actor, reason, note, dan nominal signed.
|
|
- UI `admin-reconciliation-management` menyediakan tombol download CSV pada panel Recent Adjustment Activity.
|
|
- Alasan:
|
|
- Finance perlu lampiran audit adjustment lintas batch yang bisa disimpan atau dikirim di luar dashboard.
|
|
- CSV lebih cepat dipakai untuk proses operasional awal dibanding PDF/reporting engine.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Export dibatasi maksimal 500 row mengikuti batas report saat ini.
|
|
- Jika volume adjustment besar, perlu pagination export atau async report job.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-048 — Settlement Adjustment Report Filter UI
|
|
- Tanggal: 2026-05-28
|
|
- Keputusan:
|
|
- UI `admin-reconciliation-management` menambahkan filter adjustment berdasarkan merchant ID, tipe `credit/debit`, tanggal awal, dan tanggal akhir.
|
|
- Filter yang aktif dipakai untuk recent adjustment activity dan download CSV.
|
|
- Tombol Clear mengembalikan report ke default terbaru.
|
|
- Alasan:
|
|
- Finance perlu menelusuri adjustment lintas batch berdasarkan merchant atau periode audit tertentu.
|
|
- Export CSV harus konsisten dengan data yang sedang dilihat operator di dashboard.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Filter merchant masih berupa input ID agar tidak menambah dependency daftar merchant pada panel reconciliation.
|
|
- Jika kebutuhan operasional meningkat, filter merchant dapat dinaikkan menjadi searchable select.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-049 — Searchable Merchant Filter untuk Adjustment Report
|
|
- Tanggal: 2026-05-28
|
|
- Keputusan:
|
|
- Filter merchant pada adjustment report di UI reconciliation memakai daftar merchant dari endpoint admin.
|
|
- Control memakai native datalist agar operator bisa mencari merchant tanpa dependency UI baru.
|
|
- Input dapat menerima ID merchant langsung atau nilai yang cocok dengan kode, brand, atau legal name merchant.
|
|
- Alasan:
|
|
- Operator finance tidak seharusnya perlu copy-paste merchant ID manual untuk audit adjustment.
|
|
- Native datalist cukup ringan untuk fase sekarang dan tetap kompatibel dengan filter API yang menerima `merchant_id`.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Untuk ribuan merchant, datalist perlu diganti menjadi remote search/pagination.
|
|
- Query backend tetap memakai merchant ID sehingga kontrak API tidak berubah.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-050 — Production Admin Session dan RBAC Baseline
|
|
- Tanggal: 2026-05-29
|
|
- Keputusan:
|
|
- Admin auth mendukung signed session token berbasis user/role selain legacy dev token.
|
|
- Role awal disiapkan: admin, finance, ops, support, viewer.
|
|
- Endpoint settlement sensitif dipagari permission granular seperti `settlement:pay`, `settlement:adjust`, `settlement:export`, dan `reconciliation:read`.
|
|
- Legacy admin token dan login dev tetap default aktif untuk smoke/local, tetapi bisa dimatikan lewat `ADMIN_AUTH_ALLOW_LEGACY_TOKEN=false` dan `ADMIN_DEV_LOGIN_ENABLED=false`.
|
|
- Alasan:
|
|
- Production tidak boleh bergantung pada satu token admin global.
|
|
- Finance/ops/support/viewer membutuhkan batas akses yang berbeda saat pilot makin dekat.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Production wajib mengatur `ADMIN_SESSION_SECRET` kuat dan menonaktifkan login dev.
|
|
- Smoke lama tetap kompatibel selama mode dev masih aktif.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-051 — MQTT Broker Observability dan Uplink Subscriber Opsional
|
|
- Tanggal: 2026-05-29
|
|
- Keputusan:
|
|
- MQTT publisher menyimpan status runtime: koneksi terakhir, disconnect terakhir, error terakhir, dan counter publish success/failure.
|
|
- Service subscriber broker opsional dapat diaktifkan dengan `MQTT_SUBSCRIBE_ENABLED=true` untuk merekam uplink topic `devices/+/uplink/#` ke `mqtt_messages`.
|
|
- Endpoint `/admin/mqtt/status` mengembalikan status publisher, subscriber, dan trace pesan terakhir.
|
|
- Alasan:
|
|
- Operator perlu melihat health broker dan jejak message tanpa masuk ke broker langsung.
|
|
- Subscriber dibuat opsional agar local smoke tetap stabil tanpa dependency broker.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Uplink dari broker saat ini direkam untuk observability; pemrosesan business flow device tetap memakai endpoint device yang sudah ada.
|
|
- Untuk production broker, ACL Mosquitto tetap harus disiapkan sesuai panduan.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-052 — Approval Workflow untuk Settlement Adjustment
|
|
- Tanggal: 2026-05-29
|
|
- Keputusan:
|
|
- `settlement_batch_adjustments` memiliki `approval_status` (`pending`, `approved`, `rejected`) dan audit field approval/rejection.
|
|
- Summary finance, metadata total adjustment, dan UI detail hanya menghitung adjustment `approved`.
|
|
- Production dapat mewajibkan approval dengan `SETTLEMENT_ADJUSTMENT_REQUIRE_APPROVAL=true`.
|
|
- Endpoint admin ditambahkan untuk approve/reject adjustment pending.
|
|
- Alasan:
|
|
- Adjustment payout adalah kontrol finance dan tidak boleh selalu final saat dicatat.
|
|
- Local smoke perlu tetap kompatibel, sehingga default dev masih auto-approved.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Merchant hanya melihat nominal adjustment final/approved dalam summary dan detail.
|
|
- Finance dapat memfilter report adjustment berdasarkan `approval_status`.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-053 — Deployment Readiness Preflight
|
|
- Tanggal: 2026-05-29
|
|
- Keputusan:
|
|
- Ditambahkan `npm run deploy:check-env` untuk memvalidasi env production kritikal.
|
|
- Checklist production dituangkan di `DEPLOYMENT_READINESS.md`.
|
|
- Alasan:
|
|
- Banyak flag dev yang sengaja aktif untuk smoke/local dan harus eksplisit dimatikan sebelum production.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Deploy candidate harus menjalankan typecheck, smoke e2e, dan env preflight.
|
|
- Preflight sengaja gagal jika secret/default dev masih dipakai.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-054 — Admin User Bootstrap Script dan Finance Approval UI
|
|
- Tanggal: 2026-05-29
|
|
- Keputusan:
|
|
- Ditambahkan script `npm run admin:create-user` untuk create/update user admin production dengan hash `scrypt`.
|
|
- Script mendukung role `admin`, `finance`, `ops`, `support`, `viewer`, status inactive, dan password rotation eksplisit.
|
|
- UI reconciliation menambahkan filter `approval_status` serta tombol approve/reject untuk adjustment pending.
|
|
- Alasan:
|
|
- RBAC production perlu cara operasional membuat user nyata tanpa edit database manual.
|
|
- Approval workflow adjustment harus bisa dipakai finance dari UI, bukan hanya lewat API.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Production bootstrap admin user bisa dilakukan sebelum `ADMIN_DEV_LOGIN_ENABLED=false`.
|
|
- Finance dapat memproses pending adjustment dari panel Recent Adjustment Activity.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-055 — Merchant Session Auth dan Merchant User Bootstrap
|
|
- Tanggal: 2026-05-29
|
|
- Keputusan:
|
|
- Merchant portal mendukung signed session token scoped ke `merchant_id`.
|
|
- Ditambahkan tabel `merchant_users` untuk login production berbasis email/password hash `scrypt`.
|
|
- Ditambahkan script `npm run merchant:create-user` untuk create/update merchant portal user.
|
|
- Login dev lama berbasis `MERCHANT_TOKEN` dan `MERCHANT_PORTAL_PASSWORD` tetap default aktif untuk local smoke, tetapi bisa dimatikan via `MERCHANT_AUTH_ALLOW_LEGACY_TOKEN=false` dan `MERCHANT_DEV_LOGIN_ENABLED=false`.
|
|
- Alasan:
|
|
- Merchant portal tidak boleh bergantung pada satu password/token global saat production.
|
|
- Setiap merchant membutuhkan user yang jelas dan token yang tidak bisa dipakai lintas merchant.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Production wajib membuat merchant users sebelum mematikan dev login.
|
|
- UI merchant tetap kompatibel dengan response profile lama dan baru.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-056 — Versioned Migration Runner
|
|
- Tanggal: 2026-05-29
|
|
- Keputusan:
|
|
- Ditambahkan command `npm run db:migrate`.
|
|
- Migration runner memakai tabel `schema_migrations` dan advisory lock Postgres untuk mencegah dua proses migrasi bersamaan.
|
|
- Migration file dibaca dari folder `migrations/` dengan format urut `NNN_description.sql` atau `NNN_description.mts`.
|
|
- Migration awal `001_current_schema_bootstrap.mts` menjalankan schema bootstrap existing sebagai baseline.
|
|
- Alasan:
|
|
- Schema sudah besar dan production deploy membutuhkan riwayat migration yang eksplisit.
|
|
- Baseline menjaga kompatibilitas dengan schema bootstrap yang sudah ada tanpa menggandakan SQL besar.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Deploy candidate harus menjalankan `npm run db:migrate` sebelum start service.
|
|
- Migration berikutnya sebaiknya dibuat sebagai file terpisah, bukan menambah perubahan besar langsung ke bootstrap.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-057 — Production Structured Logging dan Observability Summary
|
|
- Tanggal: 2026-05-29
|
|
- Keputusan:
|
|
- Request logging memakai middleware internal dengan structured fields: `request_id`, `trace_id`, method, path, status, latency, user-agent, dan IP.
|
|
- `LOG_FORMAT=json` tersedia untuk production stdout/stderr log collector; default local tetap readable.
|
|
- Error middleware menulis structured API/unhandled error log.
|
|
- Health endpoint ditambah: `GET /health/deep` dan `GET /admin/health/deep`.
|
|
- Admin endpoint `GET /admin/observability/summary` merangkum DB, MQTT, notification failure/pending, dan settlement reconciliation mismatch.
|
|
- Alasan:
|
|
- Pilot production membutuhkan log yang bisa dicari berdasarkan request/trace dan indikator operasional cepat.
|
|
- Mengurangi dependency pada log format dev dan console manual.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- `morgan` dihapus karena digantikan request logging internal.
|
|
- Production sebaiknya set `LOG_FORMAT=json` dan mengirim stdout/stderr ke log collector.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-058 — Initial Load Test Harness
|
|
- Tanggal: 2026-05-29
|
|
- Keputusan:
|
|
- Ditambahkan script `npm run load:test`.
|
|
- Harness menguji transaction create, QRIS paid callback, device heartbeat, dynamic QR API, dan observability summary dengan concurrency configurable.
|
|
- Output berupa JSON summary berisi total success/error, durasi total, throughput perkiraan, serta p50/p95/max per label.
|
|
- Data merchant/transaksi load test dibersihkan setelah run.
|
|
- Alasan:
|
|
- Setelah structured logging dan observability tersedia, perlu baseline performa awal sebelum pilot.
|
|
- Script ringan cukup untuk menemukan bottleneck awal tanpa memasang load testing framework eksternal.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Angka baseline lokal pertama: 190 request, 0 error, durasi 1202.49 ms, throughput perkiraan 158.01 req/s.
|
|
- p95 lokal: transaction create 119.54 ms, callback paid 119.30 ms, heartbeat 45.93 ms, dynamic QR 41.75 ms, observability summary 69.63 ms.
|
|
- Angka ini bukan kapasitas production final; perlu run ulang di environment target dan dengan data lebih besar.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-059 — Admin UI RBAC Awareness
|
|
- Tanggal: 2026-05-29
|
|
- Keputusan:
|
|
- Admin UI shared helper menyimpan profile admin, membaca `GET /admin/me`, dan menyediakan helper permission untuk elemen `data-admin-permission`.
|
|
- Settlement batch UI dan reconciliation UI menyembunyikan/disable aksi finance sesuai permission seperti `settlement:write`, `settlement:pay`, `settlement:adjust`, dan `settlement:export`.
|
|
- Alasan:
|
|
- RBAC backend sudah aktif, tetapi UI perlu memberi sinyal operasional yang jelas sebelum user menekan aksi yang akan ditolak API.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- UI menjadi role-aware tanpa mengganti enforcement backend.
|
|
- API tetap menjadi sumber otorisasi final.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-060 — Async Settlement Adjustment Export Jobs
|
|
- Tanggal: 2026-05-29
|
|
- Keputusan:
|
|
- Ditambahkan tabel `export_jobs`, migration `002_export_jobs.sql`, dan store `exportJobStore`.
|
|
- Ditambahkan endpoint `POST /admin/exports/settlement-adjustments`, `GET /admin/exports/:jobId`, dan `GET /admin/exports/:jobId/download`.
|
|
- Job export saat ini dieksekusi segera di request lifecycle sebagai skeleton async, tetapi contract status/result/download sudah siap dipisah ke worker.
|
|
- Alasan:
|
|
- Export report adjustment bisa membesar dan perlu contract job sebelum dipindah ke background worker production.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- UI/API consumer bisa mulai memakai pola job polling.
|
|
- Tahap berikutnya adalah worker queue dan storage object jika volume export besar.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-061 — Load Test Level 2 dan Audit Cleanup
|
|
- Tanggal: 2026-05-29
|
|
- Keputusan:
|
|
- Load test lokal level 2 dijalankan dengan 300 callback, 600 heartbeat, 300 dynamic QR, 100 observability read, concurrency 25.
|
|
- Dependency `uuid` dihapus karena tidak dipakai source dan menjadi sumber audit moderate.
|
|
- `npm audit` sekarang menghasilkan 0 vulnerability.
|
|
- Alasan:
|
|
- Pilot membutuhkan baseline lebih besar dari smoke awal dan dependency audit bersih.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Hasil lokal level 2: 1610 request, 0 error, durasi 4955.45 ms, throughput perkiraan 324.9 req/s.
|
|
- p95 lokal: transaction create 183.56 ms, callback paid 129.03 ms, heartbeat 90.4 ms, dynamic QR 71.57 ms, observability summary 230.96 ms.
|
|
- Angka ini tetap baseline lokal, bukan kapasitas production final.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-062 — Real MQTT Broker Smoke Validation
|
|
- Tanggal: 2026-05-29
|
|
- Keputusan:
|
|
- `npm run smoke:mqtt-real` dijalankan terhadap broker `mqtts://broker.bizone.id:8883`.
|
|
- Test memverifikasi broker connect, subscribe `devices/+/downlink/#`, payment success downlink, config push, dan dynamic QR response.
|
|
- Alasan:
|
|
- MQTT broker production-like harus divalidasi terpisah dari simulator sebelum pilot device real.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Smoke broker real terakhir lulus dengan 3 message diterima dan cleanup data smoke berhasil.
|
|
- Smoke e2e utama tetap memakai simulator agar CI/local tidak bergantung broker eksternal.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-063 — Merchant Portal Session Polish
|
|
- Tanggal: 2026-05-29
|
|
- Keputusan:
|
|
- Merchant API helper menyimpan user session dan auth mode.
|
|
- Merchant settlement UI menampilkan nama/session role user serta menyediakan tombol logout yang membersihkan session lokal.
|
|
- Alasan:
|
|
- Setelah merchant session auth production tersedia, portal perlu feedback login yang lebih jelas dan alur keluar yang eksplisit.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Merchant operator bisa melihat identitas session aktif dan logout tanpa menghapus storage manual.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-064 — Export Job Worker Productionization
|
|
- Tanggal: 2026-05-29
|
|
- Keputusan:
|
|
- Export adjustment settlement diproses oleh worker internal `exportJobWorker`, bukan lagi langsung di request lifecycle.
|
|
- Endpoint create job mengembalikan job `pending`; worker melakukan atomic claim ke status `running`, lalu menyelesaikan ke `completed` atau `failed`.
|
|
- Worker memiliki konfigurasi `EXPORT_WORKER_ENABLED`, `EXPORT_WORKER_INTERVAL_MS`, `EXPORT_WORKER_BATCH_SIZE`, `EXPORT_JOB_STALE_RUNNING_MS`, dan `EXPORT_SETTLEMENT_ADJUSTMENT_MAX_ROWS`.
|
|
- `/admin/observability/summary` menampilkan status worker dan count job per status.
|
|
- Alasan:
|
|
- Export besar tidak boleh menahan request admin dan perlu pola polling yang production-friendly.
|
|
- Stale running job perlu bisa di-reset setelah restart/crash worker.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Client harus polling `GET /admin/exports/:jobId` sampai status `completed` sebelum download.
|
|
- Hasil export saat ini masih disimpan di DB `result_body`; tahap berikutnya adalah storage eksternal/object storage jika ukuran file membesar.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-065 — Reconciliation UI Async Export Polling
|
|
- Tanggal: 2026-05-29
|
|
- Keputusan:
|
|
- UI `admin-reconciliation-management` mengganti download adjustment CSV sinkron menjadi alur async export job.
|
|
- Tombol export membuat job via `POST /admin/exports/settlement-adjustments`, menampilkan status job, polling `GET /admin/exports/:jobId`, lalu download dari endpoint job saat `completed`.
|
|
- Shared admin API helper menambahkan method create/get/download export job.
|
|
- Alasan:
|
|
- Finance user perlu UX yang selaras dengan worker export agar report besar tidak bergantung request CSV sinkron.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Export lama `GET /admin/settlement-adjustments/export.csv` masih ada untuk kompatibilitas, tetapi UI reconciliation memakai job async.
|
|
- Tahap berikutnya adalah tampilan riwayat job export jika finance perlu mengambil ulang file lama.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-066 — Export File Storage, Retention, dan Job History
|
|
- Tanggal: 2026-05-29
|
|
- Keputusan:
|
|
- Hasil export baru disimpan sebagai file di `EXPORT_STORAGE_DIR`, bukan `result_body` database.
|
|
- Metadata `result_storage_path`, `result_size_bytes`, dan `expires_at` ditambahkan melalui migration `003_export_job_storage.sql`.
|
|
- Worker membersihkan hasil export expired berdasarkan `EXPORT_RETENTION_DAYS`.
|
|
- Endpoint `GET /admin/exports` ditambahkan untuk history job, dan UI reconciliation menampilkan lima job export adjustment terbaru.
|
|
- Alasan:
|
|
- File CSV besar tidak ideal disimpan sebagai body di database.
|
|
- Finance membutuhkan visibility status/download ulang job export terbaru.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Directory `EXPORT_STORAGE_DIR` harus writable dan masuk strategi backup/retention.
|
|
- Export lama yang masih punya `result_body` tetap bisa didownload sebagai fallback.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-067 — MQTT ACL Hardening Helper
|
|
- Tanggal: 2026-05-29
|
|
- Keputusan:
|
|
- Ditambahkan script `npm run mqtt:check-acl` untuk print template dan validasi file ACL Mosquitto.
|
|
- Provisioning device sekarang menampilkan topic scope per device dan command validasi ACL.
|
|
- Alasan:
|
|
- Pilot hardware real butuh guard agar device hanya publish/subscribe topic miliknya sendiri.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Production preflight harus menjalankan validasi ACL setelah perubahan file broker.
|
|
- Username MQTT device tetap harus sama dengan `device_id`.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-068 — Backup/Restore Readiness Scripts
|
|
- Tanggal: 2026-05-29
|
|
- Keputusan:
|
|
- Ditambahkan `npm run backup:production` untuk dump Postgres dan opsional copy Mosquitto passwd/ACL.
|
|
- Ditambahkan `npm run restore:plan` yang default hanya mencetak command restore dan hanya execute jika diberi `--execute`.
|
|
- Alasan:
|
|
- Pilot production membutuhkan backup yang bisa dijalankan dan restore drill yang tidak mudah terpanggil destruktif tanpa sadar.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Restore harus diuji pada database disposable sebelum pilot live.
|
|
- Backup directory dan file Mosquitto perlu masuk retention/secure storage operational.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-069 — Staging Load Test Profile
|
|
- Tanggal: 2026-05-29
|
|
- Keputusan:
|
|
- Load test mendapat skenario async export adjustment via `LOAD_EXPORTS`.
|
|
- Ditambahkan script `npm run load:test:staging` dengan profile lebih besar: callback, heartbeat, dynamic QR, observability read, dan export job.
|
|
- Alasan:
|
|
- Baseline lokal belum mencakup worker export dan belum cukup mewakili staging/production-like environment.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Jalankan profile ini terhadap staging dengan `BASE_URL` dan secret/token staging.
|
|
- Angka hasil staging harus dicatat terpisah dari baseline lokal.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-070 — MQTT ACL Smoke Test untuk Pilot Device
|
|
- Tanggal: 2026-05-29
|
|
- Keputusan:
|
|
- Ditambahkan `npm run smoke:mqtt-acl` untuk validasi credential device terhadap ACL broker.
|
|
- Smoke memastikan device A bisa akses topic miliknya dan ditolak saat subscribe ke downlink device B.
|
|
- Alasan:
|
|
- File ACL yang benar secara template belum cukup; perlu validasi runtime sebelum device fisik pilot.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Smoke membutuhkan dua username device test yang sudah ada di broker.
|
|
- Jalankan setelah provisioning credential device dan reload Mosquitto.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-071 — Restore Drill Validation
|
|
- Tanggal: 2026-05-29
|
|
- Keputusan:
|
|
- Ditambahkan `npm run restore:validate`.
|
|
- Validator menjalankan migration idempotent, cek `/health`, `/admin/health/deep`, dan memastikan tabel kunci tersedia.
|
|
- Alasan:
|
|
- Restore drill harus berakhir dengan bukti service bisa start dan schema masih konsisten.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Jalankan terhadap service/database restore disposable, bukan production live.
|
|
- `RESTORE_DRILL_RUN_MIGRATE=false` tersedia jika migration ingin dijalankan manual.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-072 — UI QA Lightweight Gate
|
|
- Tanggal: 2026-05-29
|
|
- Keputusan:
|
|
- Ditambahkan `npm run ui:qa`.
|
|
- Checker memvalidasi inline script halaman operasional, async export reconciliation, dan permission-aware settlement actions.
|
|
- Placeholder navigation di halaman operasional utama dibersihkan dan kini menjadi failure jika muncul lagi.
|
|
- Alasan:
|
|
- Perubahan UI HTML inline rawan regresi sintaks yang tidak tertangkap TypeScript.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- UI QA ringan menjadi gate untuk mencegah placeholder nav kembali di halaman operasional utama.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-073 — Staging Load Report Artifact
|
|
- Tanggal: 2026-05-29
|
|
- Keputusan:
|
|
- `scripts/load-test.mjs` dapat menulis JSON summary ke `LOAD_REPORT_FILE`.
|
|
- `npm run load:test:staging` sekarang memakai wrapper yang otomatis menyimpan report ke `reports/`.
|
|
- Alasan:
|
|
- Staging baseline perlu artifact yang bisa disimpan di handoff/release note, bukan hanya terminal output.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Folder `reports/` berisi hasil run staging dan dapat diarsipkan oleh operator.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-074 — Strict Production Security Preflight
|
|
- Tanggal: 2026-05-29
|
|
- Keputusan:
|
|
- `npm run deploy:check-env` sekarang gagal jika legacy admin/merchant/device auth masih aktif.
|
|
- Production preflight mewajibkan finance approval, export worker, export storage dir, retention positif, dan secret minimal 24 karakter.
|
|
- Alasan:
|
|
- Pilot live tidak boleh berjalan dengan fallback dev auth atau secret pendek.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- `.env` lokal dev memang akan gagal preflight production; validasi ini ditujukan untuk environment candidate.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-075 — Rate Limiting dan Request Security Polish
|
|
- Tanggal: 2026-05-29
|
|
- Keputusan:
|
|
- Ditambahkan middleware rate limit in-memory dengan header `RateLimit-*` dan error `RATE_LIMITED`.
|
|
- Rate limit dipasang untuk admin/merchant login, admin write routes, device routes, dan integration callback routes.
|
|
- App menambahkan `JSON_BODY_LIMIT`, optional `TRUST_PROXY`, referrer policy, dan HSTS saat `NODE_ENV=production`.
|
|
- Alasan:
|
|
- Endpoint login, device, admin write, dan webhook/callback perlu guard dasar sebelum pilot publik.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Default local dibuat cukup longgar agar smoke/load lokal tetap berjalan.
|
|
- Production wajib `RATE_LIMIT_ENABLED=true` dan tuning limit sesuai trafik pilot.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-076 — Placeholder Navigation Cleanup
|
|
- Tanggal: 2026-05-29
|
|
- Keputusan:
|
|
- Placeholder `href="#"` dibersihkan dari halaman operasional utama: reconciliation, settlement batch, merchant settlement history, dan device technical detail.
|
|
- Link diarahkan ke halaman UI nyata seperti dashboard, settlement, reconciliation, device detail, transaction history, hub, atau login.
|
|
- Alasan:
|
|
- Placeholder nav mengganggu manual UI QA dan bisa membingungkan operator pilot.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- `npm run ui:qa` sekarang hijau tanpa warning placeholder.
|
|
- Beberapa target masih berupa halaman representatif sampai navigasi produk final dirapikan.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-077 — Login Audit dan Bootstrap Password Policy
|
|
- Tanggal: 2026-05-29
|
|
- Keputusan:
|
|
- Admin login success/failure dicatat ke audit log dengan action `admin.login.success` dan `admin.login.failed`.
|
|
- Merchant login success/failure dicatat ke audit log dengan action `merchant.login.success` dan `merchant.login.failed`.
|
|
- Script `admin:create-user` dan `merchant:create-user` memperketat password policy: minimal 14 karakter, lowercase, uppercase, angka, simbol, dan tanpa kata default/produk obvious.
|
|
- Alasan:
|
|
- Pilot production membutuhkan visibility login dan guard sederhana sebelum user bootstrap.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Audit log dapat dipakai untuk review brute force/credential misuse.
|
|
- Password bootstrap lama yang terlalu sederhana akan ditolak.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-078 — Operational Runbook dan Pilot Checklist
|
|
- Tanggal: 2026-05-29
|
|
- Keputusan:
|
|
- Ditambahkan `OPERATIONAL_RUNBOOK.md` untuk SOP pre-deploy, deploy, smoke, backup, restore, rollback, dan incident response.
|
|
- Ditambahkan `PILOT_EXECUTION_CHECKLIST.md` untuk go/no-go pilot.
|
|
- Alasan:
|
|
- Artefak operasional perlu eksplisit agar handover tidak bergantung pada chat atau ingatan developer.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Operator punya satu dokumen SOP dan satu checklist eksekusi pilot yang bisa dicentang.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-079 — Export Storage Deployment Readiness
|
|
- Tanggal: 2026-05-29
|
|
- Keputusan:
|
|
- Ditambahkan `EXPORT_STORAGE_READINESS.md`.
|
|
- Production preflight mewajibkan `EXPORT_STORAGE_DIR` absolute path.
|
|
- Dokumen menjelaskan single-node pilot, multi-node shared storage, dan batasan sebelum object storage adapter tersedia.
|
|
- Alasan:
|
|
- Export sudah file-based, sehingga deployment multi-node perlu aturan storage yang jelas.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- Untuk multi-node, export directory harus shared atau download bisa gagal di node berbeda.
|
|
- S3/object storage tetap menjadi peningkatan future jika skala membutuhkan.
|
|
- Status: Active
|
|
|
|
## D-080 — Admin Audit Log UI Wiring
|
|
- Tanggal: 2026-05-29
|
|
- Keputusan:
|
|
- Halaman `admin-system-audit-logs` membaca data real dari `GET /admin/audit-logs`.
|
|
- Backend audit log mendukung filter `action_contains` untuk preset login events lintas admin/merchant.
|
|
- UI audit menambahkan filter action/entity/date, search client-side, KPI total/login failed/login success, dan drawer JSON payload.
|
|
- Alasan:
|
|
- Login audit sudah dicatat, sehingga operator membutuhkan view cepat untuk investigasi login failure/success.
|
|
- Dampak / implikasi:
|
|
- `npm run ui:qa` sekarang memasukkan halaman audit logs ke gate.
|
|
- Audit UI bisa dipakai untuk review brute force dan credential misuse selama pilot.
|
|
- Status: Active
|